Di Atas Ekspektasi, ADP: Tenaga Kerja Swasta AS Bertambah 42.000 pada Oktober
Poin Penting
- ADP melaporkan penambahan 42.000 pekerjaan di sektor swasta pada Oktober, melampaui ekspektasi 22.000 dan membalikkan penurunan 29.000 pada September.
- Pertumbuhan terutama berasal dari perusahaan besar dengan lebih dari 250 karyawan, sementara usaha kecil kehilangan 34.000 pekerjaan.
- Sektor perdagangan, transportasi, dan utilitas mencatat kenaikan tertinggi, sementara industri informasi dan manufaktur kembali mencatat penurunan.
- Pertumbuhan upah tahunan tetap solid di 4,5% untuk pekerja tetap dan naik 6,7% untuk pekerja yang berpindah pekerjaan, menandakan keseimbangan antara permintaan dan penawaran tenaga kerja.
NEW YORK, investortrust.id - Pertumbuhan tenaga kerja AS di perusahaan swasta pada Oktober meningkat lebih kuat dari perkiraan. Hal ini mengindikasikan bahwa pasar tenaga kerja AS belum berada di ambang pelemahan.
Baca Juga
Pejabat Fed Mulai Condong ‘Dovish’ di Tengah Pelemahan Pasar Tenaga Kerja AS
Laporan ADP (Automated Data Processing) pada Rabu (5/11/2025) menyebutkan, perusahaan menambah 42.000 pekerjaan selama Oktober, setelah kehilangan 29.000 posisi pada September, dan melampaui perkiraan konsensus Dow Jones yang memperkirakan kenaikan 22.000. Revisi untuk data September menunjukkan kehilangan pekerjaan sedikit lebih kecil, yakni 3.000 posisi lebih sedikit dari laporan awal.
Peningkatan terbesar datang dari kelompok perdagangan, transportasi, dan utilitas yang menambah 47.000 pekerjaan, menutupi penurunan di beberapa sektor lain. Sektor pendidikan dan layanan kesehatan juga naik 26.000, sementara aktivitas keuangan menambah 11.000 posisi.
Meski sektor teknologi masih tumbuh berkat dorongan kecerdasan buatan, industri layanan informasi justru kehilangan 17.000 pekerjaan. Sektor lain yang melemah termasuk jasa profesional dan bisnis (minus 15.000), layanan lainnya (minus 13.000), serta manufaktur (minus 3.000), yang terus menghadapi tekanan meski Presiden Donald Trump telah memberlakukan tarif untuk menarik kembali pekerjaan pabrik ke AS.
Seluruh pertumbuhan lapangan kerja terjadi di perusahaan besar yang mempekerjakan lebih dari 250 orang, dengan tambahan 76.000 posisi. Sebaliknya, bisnis kecil kehilangan 34.000 pekerjaan. “Meskipun perusahaan besar sering menjadi sorotan, bisnis kecil adalah penggerak utama perekrutan,” kata Kepala Ekonom ADP, Nela Richardson, dalam wawancara dengan CNBC. Melemahnya perekrutan di sektor kecil tetap menjadi perhatian. Ini, menurut dia, menjadi salah satu alasan mengapa pemulihan tenaga kerja berjalan lambat.
Meski pertumbuhan pekerjaan masih terbatas, upah terus meningkat. Gaji tahunan pekerja yang bertahan di pekerjaan lama naik 4,5% — sama seperti bulan sebelumnya — sementara pekerja yang berpindah pekerjaan menikmati kenaikan 6,7%.
“Perusahaan swasta menambah pekerjaan pada Oktober untuk pertama kalinya sejak Juli, meski peningkatannya relatif moderat dibandingkan awal tahun,” ujar Richardson. Pertumbuhan upah yang stagnan selama lebih dari setahun menunjukkan keseimbangan antara permintaan dan pasokan tenaga kerja.
Menurut perhitungan ADP, rata-rata pertumbuhan pekerjaan sejauh ini mencapai sekitar 60.000 per bulan, namun melambat signifikan pada paruh kedua tahun ini.
Laporan ADP biasanya dirilis setiap Rabu pertama tiap bulan dan menjadi pelengkap laporan resmi nonfarm payrolls dari Bureau of Labor Statistics (BLS), yang dijadwalkan dua hari kemudian. Namun kali ini, penutupan pemerintahan yang bersejarah — kini menjadi yang terpanjang dalam sejarah AS — menyebabkan BLS menangguhkan seluruh pengumpulan dan publikasi data.
Kalau saja laporan resmi BLS dirilis, Wall Street memperkirakan akan menunjukkan penurunan 60.000 pekerjaan dan kenaikan tingkat pengangguran menjadi 4,5%.
Pejabat Federal Reserve menyatakan kekhawatiran terhadap kondisi pasar tenaga kerja, yang kini lebih menjadi fokus ketimbang inflasi yang masih di atas target 2%. Dalam pertemuan minggu lalu, The Fed memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi kisaran 3,75%–4%.
Baca Juga
The Fed Pangkas Suku Bunga 25 Bps, tapi Powell Ragukan Kemungkinan Pemotongan Lanjutan Akhir Tahun
Meski data resmi BLS tertunda, pelaku pasar akan memantau sejumlah laporan lain pekan ini: Challenger, Gray & Christmas akan merilis laporan PHK bulanan pada Kamis, sementara data klaim pengangguran negara bagian dan survei sentimen konsumen Universitas Michigan pada Jumat akan memberi gambaran tambahan. Data dari situs lowongan kerja Indeed juga menunjukkan jumlah iklan pekerjaan turun ke level terendah sejak Februari 2021.

