Peluncuran Buku Perjalanan Sri Mulyani, Dua Dekade dalam Birokrasi
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati telah lalu lalang berada di posisi penting pejabat negara dan lembaga internasional selama dua dekade terakhir. Dalam berbagai kesempatan menahkodai kementerian dan lembaga, Sri Mulyani berkutat pada berbagai keputusan rumit yang harus diambil.
Dari berbagai kejadian inilah, Sri Mulyani menggagas buku “No Limits: Reformasi dengan Hati”.
“Ide untuk membuat buku ini, adalah banyak kejadian yang terjadi dalam 20 tahun terakhir, sejak 2004, (hingga) pemerintahan baru” kata Sri Mulyani di Gedung Dhanapala, Jakarta, Jumat (20/9/2024).
Pengalaman, kata Sri Mulyani, menjadi bagian penting untuk dikenalkan ke generasi selanjutnya. “Saya merasa, ini pengalaman menghadapi berbagai masalah sepertinya perlu direkam kemudian dibukukan sehingga (bisa menjadi bekal) untuk the next generation technocrat,” kata dia.
Baca Juga
Sri Mulyani Menangis Sampaikan Pesan Terakhir di Banggar DPR
Sri Mulyani menceritakan beberapa peristiwa berat yang dihadapi saat menjabat. Dia mengatakan peristiwa seperti tsunami Aceh, kemudian global financial crisis, pandemi Covid-19, dan geopolitik.
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pendokumentasian gagasan dan pemikiran pejabat di Kementerian Keuangan menjadi sebuah tradisi baru.
“Karena di dalam pemikiran para senior-senior ini banyak sekali pemikiran yang berkembang, sifatnya tacit, maka disebut tacit knowledge, ada di dalam kepalanya masing-masing dan ini harus kita tarik, keluarkan dan kita dokumentasikan,” kata Suahasil.
Tacit knowledge mengacu pada jenis pengetahuan yang sulit untuk dibahasakan karena memiliki kualitas personal yang merupakan gabungan antara pengetahuan kognitif dan teknis individu. Tacit knowledge umumnya diperoleh melalui pengalaman, self-learning, dan dipengaruhi oleh kepercayaan, perspektif, dan nilai-nilai.
Baca Juga
NPWP Jokowi dan Sejumlah Menteri Bocor, Ini Kata Sri Mulyani
Suahasil mengatakan karya biografi Sri Mulyani berisi biografi dan keputusan-keputusan yang ia ambil selama ia menjabat. “Beliau itu di berbagai macam tempat, namun yang memang akhirnya menjadi sangat kuat adalah reform di Kementerian Keuangan,” ujar dia.
Peluncuran buku karya Metta Dharmasaputra ini turut dihadiri sejumlah mantan pejabat di antaranya, Mantan Menteri Keuangan Agus Dermawan Wintarto Martowardojo dan Mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution.
Selain itu, terpantau pula Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti, Wakil Ketua DPR Sufmi Ahmad Dasco, Wakil Ketua OJK Mirza Adityaswara, hingga aktor Reza Rahadian.

