Saham Berjangka AS Turun Tipis Jelang Rilis Data Inflasi
Poin Penting
- Futures Dow Jones turun tipis 0,04%, S&P 500 melemah 0,09%, Nasdaq 100 ikut turun.
- Investor menunggu laporan PPI (Rabu) dan CPI (Kamis) untuk arah kebijakan Fed.
- Data tenaga kerja Agustus yang lemah meningkatkan ekspektasi pemangkasan suku bunga.
NEW YORK, investortrust.id – Kontrak berjangka saham AS bergerak tipis pada perdagangan Minggu malam waktu AS atau Senin (8/9/2025) WIB, menjelang pekan yang penuh dengan rilis data inflasi penting.
Baca Juga
Wall Street Melemah Dibayangi Kekhawatiran Ekonomi AS, Dow Anjlok Lebih dari 200 Poin
Futures yang terkait dengan Dow Jones Industrial Average turun 18 poin, atau 0,04%. Futures S&P 500 melemah 0,09%, bersamaan dengan futures Nasdaq 100.
Investor menantikan dua laporan inflasi penting pekan ini untuk mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai kesehatan ekonomi, setelah data perekrutan yang lebih lemah dari perkiraan pada Jumat lalu. Laporan indeks harga produsen (PPI) untuk Agustus akan dirilis Rabu pagi, diikuti laporan indeks harga konsumen (CPI) pada Kamis.
Data tersebut menyusul laporan ketenagakerjaan Agustus yang lesu dan turut memicu harapan investor bahwa Federal Reserve akan menurunkan suku bunga acuan pada pertemuan kebijakan akhir bulan ini. Angka ketenagakerjaan itu juga meningkatkan prospek pemangkasan suku bunga setengah poin, menurut data perdagangan dari alat FedWatch.
Baca Juga
Klaim Pengangguran Meningkat, Pasar Tenaga Kerja AS Kian Rapuh
“Meski kita tidak bisa benar-benar pasti, ada kemungkinan pasar tenaga kerja jauh lebih lemah daripada yang disadari atau diakui Federal Reserve,” ujar Tom Hulick, CEO Strategy Asset Managers, yang mengelola aset sebesar USD 850 juta, seperti dikutip CNBC. “Ada ruang signifikan bagi imbal hasil Treasury jangka pendek, terutama tenor dua tahun, untuk turun jika revisi data terus negatif,” tambahnya.
Investor akan mencermati laporan inflasi untuk mengukur ketahanan ekonomi, dengan harapan saham dapat terus diperdagangkan di level tertinggi. Menjelang perdagangan Senin, S&P 500 hanya terpaut 0,8% dari rekor terbarunya, sejalan dengan Nasdaq Composite yang sarat teknologi dan Dow Jones berisi 30 saham unggulan, menurut data FactSet.

