Wall Street Melemah Dibayangi Kekhawatiran Ekonomi AS, Dow Anjlok Lebih dari 200 Poin
Wall Street Melemah Dibayangi Kekhawatiran Ekonomi AS, Dow Anjlok Lebih dari 200 Poin
Poin Utama
- S&P 500 turun 0,32% ke 6.481,50; Nasdaq melemah 0,03% ke 21.700,39; Dow Jones jatuh 220 poin ke 45.400,86.
- Payrolls Agustus hanya bertambah 22.000 pekerjaan, jauh di bawah ekspektasi 75.000; tingkat pengangguran naik ke 4,3%.
- Ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed menguat, dengan peluang setidaknya 25 bps, bahkan sebagian pelaku pasar menilai 50 bps mungkin terjadi.
- Sektor perbankan dan industri melemah, sementara Broadcom melonjak 9,4% berkat kinerja kuat; Nvidia turun 2,7%.
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS melemah pada perdagangan Jumat waktu AS atau Sabtu (6/9/2025). Wall Street berada di zona merah setelah laporan tenaga kerja AS yang lebih lemah dari perkiraan memicu kekhawatiran perlambatan ekonomi, meski memperkuat prospek pemangkasan suku bunga Federal Reserve bulan ini.
Baca Juga
Tingkat Pengangguran 4,3%, Ekonomi AS Berada di Ambang Resesi
Indeks S&P 500 turun 0,32% menjadi 6.481,50, Nasdaq Composite melemah tipis 0,03% ke 21.700,39, sementara Dow Jones Industrial Average jatuh 220,43 poin atau 0,48% ke 45.400,86.
Padahal, ketiga indeks utama sempat mencatat rekor intraday baru di awal sesi, dengan S&P 500 naik sekitar 0,5%, Nasdaq 0,8%, dan Dow 0,3%.
Biro Statistik Tenaga Kerja melaporkan bahwa ekonomi hanya menambah 22.000 pekerjaan pada Agustus, jauh di bawah perkiraan 75.000. Tingkat pengangguran naik ke 4,3%, sesuai ekspektasi pasar.
Laporan ini memperkuat peluang pemangkasan suku bunga setidaknya 25 basis poin pada pertemuan The Fed bulan ini, bahkan sebagian pelaku pasar mulai mempertimbangkan opsi pemangkasan 50 basis poin.
Baca Juga
Powell Indikasikan Kemungkinan Pemangkasan Suku Bunga, tapi Tetap ‘Hati-hati’
“Pertumbuhan pekerjaan yang melambat, kenaikan tingkat pengangguran, dan moderasi upah menegaskan perubahan positif di pasar tenaga kerja melambat drastis,” ujar Jamie Cox, managing partner Harris Financial Group, seperti dikutip CNBC.
Meski S&P 500 dan Nasdaq masih menutup pekan dengan kenaikan masing-masing 0,33% dan 1,14%, Dow Jones melemah 0,32% dalam periode yang sama.
Sektor perbankan, seperti JPMorgan dan Wells Fargo, tertekan oleh kekhawatiran perlambatan ekonomi yang bisa menekan pertumbuhan kredit. Saham Boeing dan GE Aerospace juga melemah akibat potensi pelemahan permintaan.
Sebaliknya, Broadcom mencatat lonjakan 9,4% setelah laporan kinerja kuartalannya melampaui ekspektasi Wall Street. Namun Nvidia turun 2,7% karena investor melihat potensi persaingan ketat di sektor AI, sementara Palantir tergelincir sekitar 2%.

