Harga Emas Melejit, Sentuh Rekor Baru di Atas $3.500
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id – Harga emas menembus rekor baru di atas $3.500 per ons pada Selasa (2/9/2025), didorong keyakinan investor bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga pada bulan ini. Investor juga mencermati risiko politik dan ekonomi yang terus berlanjut.
Baca Juga
Harga Emas Tembus Level Tertinggi 4 Bulan, Perak Cetak Rekor Tertinggi Sejak 2011
Harga emas spot naik 1,5% menjadi $3.526,70 per ons, setelah menyentuh level tertinggi $3.526,22. Emas batangan telah naik hampir 34% tahun ini.
Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember naik 2,1% menjadi $3.590,90.
“Pasar emas memasuki periode musiman yang kuat untuk konsumsi, ditambah dengan ekspektasi pemangkasan suku bunga pada pertemuan Fed bulan September. Kami terus memperkirakan rekor baru,” kata Suki Cooper, analis logam mulia di Standard Chartered Bank, seperti dikutip CNBC.
Pasar memperkirakan peluang 92% untuk pemangkasan 25 basis poin pada pertemuan Fed 17 September, menurut alat CME FedWatch. Emas yang tidak memberikan imbal hasil biasanya diuntungkan dalam lingkungan suku bunga rendah.
Menurut analis, reli emas tahun ini ditopang oleh pembelian berkelanjutan oleh bank sentral, diversifikasi dari dolar AS, permintaan aset safe-haven yang tangguh di tengah gesekan geopolitik dan perdagangan, serta pelemahan dolar secara luas.
Ketidakpastian terkait kebijakan AS di bawah Presiden Donald Trump juga menambah daya tarik logam tersebut. Pertikaiannya yang terbuka dengan The Fed, termasuk kritik terhadap Ketua Jerome Powell dan dorongan untuk memberhentikan Gubernur Lisa Cook, telah menimbulkan kekhawatiran atas independensi bank sentral.
Baca Juga
Pasar Obligasi AS Bergolak Usai Trump Copot Lisa Cook dari The Fed
“Tuduhan terhadap Cook adalah peringatan jelas bagi anggota FOMC lainnya untuk tunduk pada tekanan pemerintah guna memangkas suku bunga secara substansial ... Hal ini membuat investasi emas lebih menarik dalam lingkungan seperti itu,” tulis Commerzbank dalam sebuah catatan, merujuk pada Federal Open Market Committee.
Perhatian kini tertuju pada data nonfarm payrolls AS pada Jumat untuk petunjuk mengenai besaran pemangkasan suku bunga September. Menurut Zain Vawda, analis di MarketPulse OANDA, laporan pekerjaan yang lemah minggu ini dapat memicu kembali pembicaraan tentang kemungkinan pemangkasan 50 bps.
Baca Juga
Powell Indikasikan Kemungkinan Pemangkasan Suku Bunga, tapi Tetap ‘Hati-hati’
“Saya tidak berpikir ini akan terjadi, bahkan jika kita mendapat laporan NFP yang buruk, tetapi pelaku pasar mungkin mulai memperhitungkan kemungkinan itu, dan itu bisa memicu reli emas,” tambah Vawda.
Arus masuk ETF semakin memperkuat reli. SPDR Gold Trust, ETF emas terbesar di dunia, mengatakan kepemilikannya naik 1,01% pada Jumat menjadi 977,68 ton, tertinggi sejak Agustus 2022.
“Pembelian bank sentral dapat terus menopang harga emas, tetapi arus masuk ETF yang kembali meningkat dibutuhkan agar harga bisa menembus lebih tinggi lagi menuju target bullish akhir tahun kami di $3.675/oz,” urai Natasha Kaneva, kepala strategi komoditas global di J.P. Morgan, seraya menambahkan bahwa mereka melihat harga mencapai $4.250 pada akhir 2026.
Harga perak spot naik tipis 0,3% menjadi $40,79 per ons, setelah mencapai level tertinggi sejak September 2011. Platina turun 0,5% menjadi $1.392,85, sementara paladium stagnan di $1.137,09.

