Penjualan iPhone 17 Melejit, Saham Apple Sentuh Rekor Tertinggi Hampir US$ 4 Triliun
CALIFORNIA, investortrust.id — Saham Apple Inc. melonjak tajam pada awal pekan ini, menembus rekor tertinggi dan mendekati valuasi pasar US$ 4 triliun. Kenaikan tersebut didorong kuat oleh penjualan seri iPhone 17 yang laris di pasar global.
Menurut riset Counterpoint, penjualan iPhone 17 tercatat 14% lebih tinggi dibandingkan seri iPhone 16 pada 10 hari pertama peluncurannya di Amerika Serikat dan China. Data ini menunjukkan permintaan terhadap lini iPhone terbaru tetap kuat, meski pasar smartphone global sedang melambat.
Baca Juga
Resmi! Harga iPhone 17 dan iPhone Air Dibanderol Mulai Rp 17 Jutaan
Harga saham Apple naik 4,2% menjadi US$ 262,9, sehingga kapitalisasi pasarnya kini mencapai sekitar US$ 3,9 triliun. Lonjakan ini menempatkan Apple sebagai perusahaan dengan nilai pasar terbesar kedua di dunia, tepat di bawah raksasa chip AI Nvidia.
Analis menilai peningkatan saham Apple mencerminkan optimisme investor terhadap prospek kinerja kuartal IV-2025. “Peluncuran pemesanan online di China menjadi angin positif bagi kuartal Desember, karena data awal menunjukkan permintaan yang lebih kuat dibandingkan wilayah lain,” tulis analis Evercore ISI, dikutip dari Reuters, Selasa (21/10/2025).
Peluncuran iPhone 17 pada September lalu memperkenalkan sejumlah inovasi, termasuk varian iPhone Air yang lebih ramping serta fitur kamera berbasis kecerdasan buatan (AI). Apple juga menekan harga agar tetap kompetitif di tengah kekhawatiran tarif tinggi AS terhadap produk dari Asia.
Di Indonesia, iPhone 17 mulai dijual resmi 17 Oktober 2025, setelah pre-order dibuka sepekan sebelumnya. Antusiasme tinggi terlihat di berbagai gerai Apple di Jakarta, dengan antrean pembeli sejak dini hari.
Baca Juga
Saham Apple Dongkrak Wall Street, Indeks Dow Jones Terbang di Atas 500 Poin
Harga iPhone 17 di Tanah Air dibanderol mulai Rp 17,2 juta untuk model standar hingga Rp 43,9 juta untuk varian Pro Max. Kehadiran seri terbaru ini menegaskan posisi strategis Indonesia sebagai pasar penting Apple di Asia Tenggara.
Saham Apple sempat tertekan akibat persaingan di pasar China dan ketidakpastian tarif impor AS. Namun sejak Agustus 2025, saham kembali menguat setelah perusahaan mengumumkan investasi tambahan senilai US$ 100 miliar di AS.
Jika tren kenaikan ini berlanjut, saham Apple akan mencatat lonjakan harian terbesar dalam empat minggu terakhir dan sudah meningkat lebih dari 5% sepanjang tahun ini.

