Harga Emas Tembus Level Tertinggi 4 Bulan, Perak Cetak Rekor Tertinggi Sejak 2011
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Harga emas mencapai level tertinggi dalam lebih dari 4 bulan pada Senin (2/9/2025), didorong ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve Amerika Serikat (The Fed) bulan ini.
Sentimen dovish tersebut membuat daya tarik emas meningkat, sementara harga perak menembus level psikologis US$ 40 per ons untuk pertama kalinya sejak 2011.
Pada pukul 02.38 GMT atau Selasa (2/9/2025) pagi WIB, harga emas spot naik 0,7% menjadi US$ 3.470,69 per ons, tertinggi sejak 23 April. Kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Desember juga naik 0,8% menjadi US$ 3.543,70 per ons.
Adapun harga perak di pasar spot melonjak 1,6% ke US$ 40,31 per ons, menandai level tertinggi dalam lebih dari 1 dekade.
Analis City Index, Matt Simpson mengatakan, komentar dovish Presiden San Francisco Federal Reserve Bank Mary Daly membantu pasar mengabaikan data inflasi inti yang masih tinggi. “Pernyataan Daly memberi harapan pemangkasan suku bunga 25 basis poin bulan ini, sehingga mendukung harga emas,” ujar Simpson dikutip CNBC.
Baca Juga
Data terbaru menunjukkan indeks harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (personal consumption expenditure/PCE) AS naik 0,2% secara bulanan dan 2,6% secara tahunan, sesuai ekspektasi pasar. Meskipun inflasi masih di atas target, pasar kini menilai ada peluang 87% bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga pada akhir bulan ini, menurut CME FedWatch Tool.
Selain ekspektasi kebijakan moneter, faktor geopolitik dan perdagangan juga memengaruhi pergerakan harga. Pengadilan banding AS baru-baru ini memutuskan sebagian besar tarif era Presiden Donald Trump ilegal, sehingga menekan dolar AS. Pelemahan dolar biasanya membuat emas lebih menarik bagi pemegang mata uang lain.
Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer menyebutkan pemerintahan Trump tetap melanjutkan dialog perdagangan dengan mitra global meskipun ada putusan pengadilan tersebut.
Investor kini menanti data penggajian nonpertanian (non-farm payroll/NFP) AS yang akan dirilis Jumat (6/9/2025). Angka ketenagakerjaan ini diperkirakan menjadi kunci arah kebijakan moneter The Fed.
Baca Juga
Emas Antam Turun Tipis ke Rp 1,978 Juta, Investor Waspada Spekulasi Suku Bunga
“Emas biasanya berkinerja lebih baik di era suku bunga rendah. Jika NFP melemah, peluang pemangkasan suku bunga makin besar, dan harga emas bisa mencetak rekor baru,” kata Simpson.
Perak tembus level psikologis
Selain emas, perak juga menjadi sorotan dengan lonjakan ke atas US$ 40 per ons, level yang terakhir dicapai pada September 2011. Kinerja positif perak menambah keyakinan investor bahwa aset logam mulia kembali menjadi pilihan utama di tengah ketidakpastian global.
Logam mulia lainnya ikut terkerek. Harga platinum naik 0,9% ke US$ 1.376,95 per ons, sementara paladium menguat 0,8% ke US$ 1.118,12 per ons.

