Pasar Asia Tertekan Usai Trump Copot Pejabat The Fed
Poin Penting
- Presiden Donald Trump memecat Gubernur Federal Reserve Lisa Cook, memicu pelemahan dolar AS dan penguatan emas serta yen Jepang.
- Trump mengancam akan menerapkan tarif 200% terhadap China jika tidak mengekspor magnet tanah jarang, serta menekan negara lain terkait pajak digital.
- Pasar Asia mayoritas melemah: Nikkei 225 turun 1,01%, Hang Seng -0,44%, dan Kospi -0,78%.
- Investor menunggu laporan kinerja Nvidia dan data inflasi acuan The Fed sebagai katalis berikutnya.
TOKYO. Investortrust.id - Pasar keuangan Asia kembali terguncang pada Selasa (26/8/2025) pagi setelah Presiden AS Donald Trump secara tiba-tiba memecat Gubernur Federal Reserve Lisa Cook. Keputusan mengejutkan tersebut mendorong pelemahan dolar AS, sementara aset aman seperti yen Jepang dan emas mencatatkan penguatan.
Baca Juga
Trump Pecat Lisa Cook dari The Fed Terkait Tuduhan Pernyataan Palsu dalam Formulir Hipotek
Dikutip dari CNBC, indeks dolar AS turun 0,16% usai kabar pemecatan Cook beredar, sementara yen menguat 0,3% ke level 147,32 per dolar. Harga emas pun naik 0,17% menjadi US$3.372 per ons pada pukul 09.40 waktu Singapura. Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun sempat bergerak naik tipis mendekati 4,29%.
Gejolak pasar juga diperparah oleh retorika Trump yang kembali mengangkat isu tarif perdagangan. Ia mengancam akan memberlakukan “tarif 200% atau semacamnya” terhadap Tiongkok bila negara itu menolak mengekspor magnet tanah jarang ke AS. Trump juga mewanti-wanti negara-negara lain terkait penghapusan pajak digital dan aturan serupa yang dinilai merugikan kepentingan Amerika.
Kondisi tersebut membebani bursa regional. Indeks Nikkei 225 Jepang anjlok 1,01%, sementara Topix melemah 0,94%. Hang Seng Hong Kong turun 0,44% dan CSI 300 Tiongkok terkoreksi 0,68%, memutus tren kenaikan empat sesi sebelumnya. Dari Korea Selatan, Kospi tertekan 0,78%, meski Kosdaq masih mampu naik tipis 0,34%. Indeks S&P/ASX 200 Australia terkoreksi 0,41%.
Investor semakin sulit memprediksi arah kebijakan Trump, baik di sisi perdagangan maupun moneter. Ketidakpastian ini memicu arus masuk ke aset safe haven, sementara saham-saham regional tertekan.
Baca Juga
Euforia di Wall Street Mereda, Dow Jones Anjlok Lebih dari 300 Poin
Sebelumnya, Wall Street juga mengalami tekanan. Nasdaq ditutup turun 0,22% menjadi 21.449,29, S&P 500 melemah 0,43% ke 6.439,32, sedangkan Dow Jones terkoreksi 0,77% atau 349 poin ke 45.282,47.
Ke depan, perhatian pasar akan tertuju pada rilis kinerja Nvidia serta data inflasi PCE — indikator harga pilihan The Fed — yang dinilai akan memberikan arah baru bagi ekspektasi suku bunga.

