Euforia di Wall Street Mereda, Dow Jones Anjlok Lebih dari 300 Poin
Poin Penting
- Nasdaq turun 0,22% ke 21.449, S&P 500 melemah 0,43%, Dow anjlok 0,77% atau 349 poin.
- Nvidia sempat menopang Nasdaq, tapi kenaikannya hanya bertahan 1%.
- Intel anjlok 1% meski pemerintah AS resmi ambil 10% saham perusahaan.
- Investor masih menunggu kepastian pemangkasan suku bunga The Fed pada September.
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS melemah pada Senin waktu AS atau Selasa (26/8/2025) WIB. Euforia di Wall Street mereda. Investor menanti laporan laba Nvidia yang akan dirilis pekan ini.
Baca Juga
Sinyal Powell Dongkrak Wall Street, Dow Terbang Hampir 850 Poin dan Cetak Rekor Baru
Indeks Nasdaq yang sarat teknologi ditutup turun 0,22% ke 21.449,29. Indeks acuan S&P 500 melemah 0,43% menjadi 6.439,32, sementara Dow Jones Industrial Average yang berisi 30 saham utama turun 349,27 poin, atau 0,77%, ke level 45.282,47.
Nasdaq sempat terdorong pada awal perdagangan oleh kenaikan saham Nvidia, yang berakhir sekitar 1% lebih tinggi, sebelum penguatannya memudar. Saham raksasa chip kecerdasan buatan itu mendapat sejumlah rekomendasi positif dari analis menjelang laporan kinerja Rabu malam.
Saham Intel juga sempat memperpanjang kenaikan dari sesi sebelumnya setelah Menteri Perdagangan Howard Lutnick mengungkapkan pada Jumat bahwa pemerintah AS telah mengambil alih 10% saham perusahaan tersebut. Langkah itu dipandang sebagai sinyal strategi baru pemerintahan Trump.
Penasihat ekonomi Gedung Putih, Kevin Hassett, mengatakan pada Senin bahwa kepemilikan itu merupakan bagian dari strategi yang lebih luas untuk membentuk dana kekayaan negara.
“Saya yakin pada titik tertentu akan ada lebih banyak transaksi, jika tidak di industri ini maka di industri lain,” ujar Direktur Dewan Ekonomi Nasional itu di acara CNBC.
Presiden Donald Trump juga menegaskan hal serupa, dengan mengatakan Senin pagi bahwa ia akan melakukan transaksi semacam kepemilikan saham Intel itu “sepanjang hari.” Namun, saham Intel akhirnya berbalik turun sekitar 1%.
Pergerakan pasar ini terjadi setelah reli besar pada Jumat lalu yang membawa Dow Jones ke rekor tertinggi. Lonjakan itu dipicu pidato Ketua Federal Reserve Jerome Powell yang mengindikasikan bank sentral bisa mulai melonggarkan kebijakan moneter bulan depan. Ekspektasi untuk pemangkasan suku bunga sebesar seperempat poin pada September kini berada di kisaran 84%, menurut alat FedWatch CME Group.
Baca Juga
Powell Indikasikan Kemungkinan Pemangkasan Suku Bunga, tapi Tetap ‘Hati-hati’
Namun, Sam Stovall dari CFRA Research tidak terkejut dengan koreksi pasar saat ini.
“Banyak kenaikan yang kita lihat pada Jumat itu sebenarnya hasil dari short covering, karena investor khawatir The Fed menyatakan tidak akan memangkas suku bunga sepanjang tahun ini,” beber kepala strategi investasi CFRA, seperti dikutip CNBC.
“Masih ada banyak faktor antara sekarang hingga 17 September. Meski kami sempat mendapat dorongan dari antusiasme pasar pada Jumat, kita tetap harus melewati banyak hal sebelum benar-benar yakin bahwa The Fed akan memangkas suku bunga,” tambahnya, sembari memperkirakan bahwa pasar hanya akan mencatat “kenaikan terbatas” hingga saat itu.

