Trump Pecat Lisa Cook dari The Fed Terkait Tuduhan Pernyataan Palsu dalam Formulir Hipotek
Poin Penting
- Trump memecat Gubernur The Fed Lisa Cook dengan tuduhan penyalahgunaan data pinjaman hipotek.
- Kasus ini berpotensi menjadi ujian hukum terkait batas kewenangan presiden atas independensi The Fed.
- Pasar obligasi bereaksi: imbal hasil jangka pendek turun, sementara tenor panjang naik karena ekspektasi pemotongan suku bunga lebih cepat.
- Kekosongan kursi Cook memperkuat peluang Trump merombak arah kebijakan moneter AS.
NEW YORK, investortrust.id - Presiden AS Donald Trump menyatakan ia memecat Gubernur Federal Reserve Lisa Cook atas dugaan pelanggaran dalam memperoleh pinjaman hipotek, sebuah langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kasus ini dapat menguji batas kekuasaan presiden atas lembaga kebijakan moneter independen jika nantinya digugat di pengadilan.
Baca Juga
Trump Ancam Pecat Lisa Cook dari The Fed jika Tak Mengundurkan Diri Terkait Polemik Hipotek
Trump pada Senin (25/8/2025) menuliskan dalam sebuah surat kepada Cook, perempuan Afrika-Amerika pertama yang menjabat sebagai anggota dewan pengurus Federal Reserve, bahwa ia memiliki “alasan yang cukup untuk memberhentikan”. Disebutkan, pada tahun 2021 Cook menyatakan dalam dokumen pinjaman hipotek terpisah untuk properti di Michigan dan Georgia bahwa keduanya merupakan tempat tinggal utamanya.
Cook, yang ditunjuk ke dewan The Fed pada 2022 oleh mantan Presiden AS Joe Biden, belum memberikan penjelasan rinci terkait transaksi tersebut sejak pertanyaan muncul pekan lalu oleh Direktur Badan Keuangan Perumahan Federal AS William Pulte, yang kemudian merujuk masalah ini kepada Jaksa Agung Pamela Bondi untuk penyelidikan.
Baik Cook maupun The Fed tidak segera memberikan komentar.
Meskipun masa jabatan gubernur The Fed dirancang agar melampaui masa jabatan presiden tertentu, Undang-Undang Federal Reserve memang mengizinkan pemberhentian seorang gubernur “dengan alasan yang sah,” meski klausul tersebut belum pernah diuji oleh presiden sebelumnya. Sejak 1970-an, presiden AS cenderung mengambil pendekatan “hands-off” terhadap urusan The Fed guna menjaga kepercayaan pada kebijakan moneter AS.
Trump dalam surat itu menuduh Cook melakukan “tindakan menipu dan kriminal dalam masalah keuangan” dan menyatakan ia tidak memiliki kepercayaan pada “integritas” Cook.
“Setidaknya, perilaku yang dipermasalahkan menunjukkan kelalaian dalam transaksi keuangan yang meragukan kompetensi dan kredibilitas Anda sebagai regulator keuangan,” tulis Trump, dikutip dari Reuters.
Trump mengeklaim dirinya memiliki wewenang untuk memecat Cook berdasarkan Pasal 2 Konstitusi AS dan Undang-Undang Federal Reserve tahun 1913.
Cook sebelumnya menyatakan tekad untuk tetap bertahan di The Fed setelah isu ini muncul ke publik pekan lalu ketika Trump mendesaknya untuk mengundurkan diri.
“Saya tidak berniat diintimidasi untuk mundur dari posisi ini hanya karena pertanyaan yang muncul dari sebuah unggahan di media sosial,” kata Cook pada 20 Agustus. “Namun saya berniat menanggapi dengan serius setiap pertanyaan tentang riwayat keuangan saya sebagai anggota Federal Reserve, dan karenanya saya sedang mengumpulkan informasi yang akurat untuk menjawab pertanyaan yang sah serta menyajikan fakta.”
Karena sifat kasus yang belum pernah terjadi sebelumnya, masih belum jelas bagaimana masalah ini akan berkembang. Anggota lembaga independen AS lain yang menantang upaya Trump untuk memecat mereka harus melakukan perlawanan hukum secara pribadi dengan biaya sendiri, sebuah langkah yang berpotensi mahal tanpa kejelasan hasil akhir.
The Fed dijadwalkan menggelar pertemuan berikutnya pada 16–17 September.
Langkah Trump itu disambut dengan pelebaran kurva imbal hasil obligasi pemerintah AS. Imbal hasil obligasi tenor 2 tahun—yang sensitif terhadap ekspektasi kebijakan jangka pendek The Fed—segera turun, sementara imbal hasil obligasi tenor 10 tahun—yang sensitif terhadap risiko inflasi—melonjak tajam.
Reaksi pasar mencerminkan ekspektasi bahwa langkah ini dapat meningkatkan kemungkinan The Fed menurunkan suku bunga kebijakan, namun dengan mengorbankan komitmennya dalam memerangi inflasi.
Riset akademis secara konsisten menunjukkan bahwa pembuat kebijakan yang dibiarkan mengendalikan inflasi secara independen dari pengaruh politik umumnya mencapai hasil yang lebih baik—sebuah prinsip yang kini mungkin diuji di bank sentral paling berpengaruh di dunia.
“Hal ini menunjukkan tekad pemerintahan ini untuk merombak Federal Reserve dan menjadi peringatan bagi para pejabat yang ditunjuk Biden lainnya. The Fed sebagai institusi memang lolos dari tekanan pada masa pemerintahan Trump pertama, tapi kali ini tidak akan seberuntung itu,” kata Tim Duy dari SGH Macro Advisors.
“Ini adalah alasan lain untuk mempercayai bahwa The Fed berikutnya akan memiliki kecenderungan lebih dovish, sehingga suku bunga akan lebih rendah daripada yang seharusnya.”
Cook mengambil hipotek yang dipersoalkan itu pada 2021 ketika ia masih berkarier di dunia akademis. Formulir pengungkapan keuangan resmi tahun 2024 mencatat tiga hipotek yang dimiliki Cook, dengan dua di antaranya terdaftar sebagai tempat tinggal pribadi. Pinjaman untuk tempat tinggal utama umumnya memiliki suku bunga lebih rendah dibandingkan hipotek untuk properti investasi, yang dianggap lebih berisiko oleh bank.
Tuduhan terhadap Cook bertepatan dengan upaya luas pemerintahan Trump untuk memangkas program keberagaman, kesetaraan, dan inklusi di pemerintahan AS—proses yang telah memicu mundurnya sejumlah perempuan dan tokoh minoritas terkemuka.
Pemerintahan Trump juga menargetkan lawan politik lain, termasuk Senator AS Adam Schiff, dengan tuduhan serupa terkait penipuan hipotek.
Tekanan
Pemberhentian Cook menandai eskalasi upaya Trump untuk merombak jajaran pimpinan The Fed. Ia telah menekan bank sentral untuk memangkas suku bunga secara agresif pada saat pejabat The Fed menahannya stabil di tengah kekhawatiran inflasi yang berlanjut.
Baca Juga
Trump secara rutin mengancam akan memecat Ketua The Fed Jerome Powell, yang ia nominasikan pada masa jabatan pertamanya dan kemudian dicalonkan kembali oleh Biden. Namun Trump—yang secara hukum tidak memiliki kewenangan untuk memecat Ketua The Fed kecuali “dengan alasan sah”—belakangan melunak seiring mendekatnya akhir masa jabatan Powell pada Mei mendatang.
Pengunduran diri Cook dari The Fed—yang seharusnya menjabat hingga 2038—dapat mempercepat langkah presiden dalam merombak bank sentral.
Baca Juga
Pejabat The Fed Michelle Bowman Dorong Tiga Kali Pemangkasan Suku Bunga 2025
Trump baru-baru ini mengangkat Gubernur The Fed Michelle Bowman menjadi regulator perbankan utama, dan diyakini sedang mempertimbangkan Gubernur The Fed Christopher Waller—yang ia angkat ke dewan pada 2020—untuk menggantikan Powell.
Dua pejabat lain yang ditunjuk Biden di dewan The Fed masih memiliki waktu hingga akhir masa jabatan mereka, sementara Powell berpotensi tetap menjadi anggota dewan hingga 2028 setelah masa jabatannya sebagai ketua berakhir.

