Waspadai Dampak Tarif Trump, Australia Pangkas Bunga ke Level Terendah dalam 2 Tahun
Poin Penting
|
STDNEY, investortrust.id - Bank sentral Australia (RBA/Reserve Bank of Australia) memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada Selasa (12/8/2025), memanfaatkan inflasi yang rendah untuk melonggarkan kebijakan moneter dan mendukung perekonomian yang melambat.
Baca Juga
Bank Sentral Australia Pangkas Suku Bunga 25 Bps, Pertama Kali dalam Lebih dari 4 Tahun
Suku bunga acuan kini berada di 3,6%, level terendah sejak April 2023, sesuai perkiraan ekonom yang disurvei Reuters. (RBA) menyatakan inflasi telah turun “secara substansial” sejak puncaknya pada 2022, dengan kenaikan suku bunga sebelumnya membantu menyeimbangkan permintaan agregat dan pasokan potensial.
Inflasi Australia tercatat 2,1% pada kuartal II 2025, terendah sejak Maret 2021 dan mendekati batas bawah target RBA di kisaran 2%-3%.
Pemangkasan suku bunga ini dilakukan di tengah perubahan besar dalam lanskap perdagangan akibat tarif AS serta pertumbuhan kuartal I yang lebih lemah dari perkiraan. RBA juga memangkas proyeksi pertumbuhan PDB penuh 2025 menjadi 1,7% dari sebelumnya 2,1%.
Baca Juga
Ini Daftar Lengkap Tarif Bea Masuk AS terhadap Mitra Dagangnya
Australia terkena tarif dasar 10% dari Presiden AS Donald Trump. Menteri Perdagangan Australia menyebut tarif tersebut sebagai “pembenaran” atas upaya diplomasi pemerintah, yang disebutnya dilakukan dengan cara “tenang dan terkendali” dengan AS.
Ekonomi Australia tumbuh 1,3% secara tahunan di kuartal I, di bawah perkiraan 1,5% menurut jajak pendapat Reuters. Secara kuartalan, pertumbuhan hanya 0,2%, di bawah ekspektasi 0,4%.
“Pertumbuhan yang lesu disebabkan penurunan belanja publik, melemahnya permintaan konsumen, dan ekspor,” ungkap Katherine Keenan, Kepala Akun Nasional di Biro Statistik Australia (ABS), dikutip dari CNBC.
Analis Commonwealth Bank of Australia (CBA) dalam catatan 7 Agustus menyebut pemangkasan suku bunga bulan ini sudah “terkunci”, dengan data yang sejalan ekspektasi setelah RBA mengejutkan pasar dengan menahan suku bunga pada Juli.
CBA juga memperkirakan akan ada pemangkasan tambahan pada November dan membuka peluang satu kali lagi pada “awal 2026.”

