Imbas Tarif Trump, Yield USTreasury 10-Tahun Anjlok ke Level Terendah Sejak Oktober 2024
NEW YORK, investortrust.id - Imbal hasil Treasury AS turun tajam pada hari Kamis (03/04/2025) setelah Presiden Donald Trump mengumumkan tarif besar-besaran “timbal balik,” yang menimbulkan kekhawatiran akan kemungkinan perang dagang global dan memicu pelarian besar-besaran ke aset aman, menjauh dari aset berisiko.
Baca Juga
Yield USTreasury Naik di Tengah Meningkatnya Kekhawatiran Resesi Ekonomi AS
Imbal hasil Treasury 10-tahun turun 15 basis poin menjadi 4,045%, menyentuh level terendah sejak Oktober. Imbal hasil Treasury 2-tahun turun 20 basis poin menjadi 3,704%.
Langkah tarif yang ditandatangani oleh Trump menetapkan tarif dasar sebesar 10% secara menyeluruh, yang akan mulai berlaku pada 5 April. Kebijakan ini juga mencakup berbagai tarif tinggi untuk lebih dari 180 negara dan wilayah, termasuk 34% untuk China, 20% untuk Uni Eropa, 46% untuk Vietnam, dan 32% untuk Taiwan.
“Kita akan mengenakan tarif sekitar setengah dari apa yang mereka kenakan, dan telah kenakan kepada kita,” kata Trump dalam konferensi pers dari Rose Garden di Gedung Putih.
Baca Juga
Tarif Trump Berkisar antara 10% hingga 49%, Ini Pernyataan Lengkap Trump
Jadi, tarif itu tidak sepenuhnya timbal balik. “Angka setengah itu mencakup tingkat gabungan dari semua tarif mereka, hambatan non-moneter, dan bentuk kecurangan lainnya,” tambahnya.
“Bahkan jika tarif pada akhirnya dikurangi pada akhir tahun, kejutan jangka pendek dan ketidakpastian yang terkait kemungkinan besar akan mendorong perlambatan ekonomi AS dalam waktu dekat dan menurunkan pertumbuhan sepanjang tahun 2025 menjadi mendekati atau di bawah 1%. Kami juga memperkirakan Federal Reserve akan melakukan pemotongan suku bunga sebesar 75-100 basis poin selama sisa tahun 2025,” urai Mark Haefele, kepala investasi UBS Global Wealth Management, dalam sebuah catatan, seperti dikutip CNBC.
Baca Juga
The Fed Tahan Suku Bunga Acuan, Masih Proyeksikan Dua Pemangkasan Tahun Ini
Aset berisiko terpukul, harga obligasi naik. Dow Jones Industrial Average turun lebih dari 1.500 poin, sementara S&P 500 menuju penurunan harian terburuknya sejak 2022.

