Wall Street Ambruk Diguncang Tarif Trump, Dow Anjlok Lebih dari 400 Poin
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS dibuka turun tajam pada awal pekan, Senin waktu AS atau Selasa (8/7/2025) WIB. Pasar terguncang setelah Presiden Donald Trump memposting surat kepada berbagai negara yang mengindikasikan penerapan tarif baru atas barang impor.
Baca Juga
Trump Umumkan Tarif Baru hingga 40% ke 14 Negara, Indonesia Termasuk
Indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 422,17 poin atau 0,94% dan ditutup di level 44.406,36. S&P 500 turun 0,79% menjadi 6.229,98, dan Nasdaq Composite melemah 0,92%, berakhir di 20.412,52. Ini menjadi hari perdagangan terburuk bagi ketiga indeks utama sejak pertengahan Juni.
Trump mengungkapkan bahwa impor dari sejumlah negara akan menghadapi tarif tinggi mulai 1 Agustus, dalam serangkaian unggahan di platform Truth Social pada Senin. Ia membagikan tangkapan layar surat bertanda tangan yang dikirim kepada pemimpin Korea Selatan, Jepang, Malaysia, Kazakhstan, Afrika Selatan, Laos, dan Myanmar, dengan tarif spesifik untuk masing-masing negara.
Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyatakan bahwa sebanyak 14 surat akan dikirim pada hari Senin, dan lebih banyak lagi di hari-hari berikutnya. Ia juga mengonfirmasi bahwa Trump akan menandatangani perintah eksekutif untuk menunda tenggat tarif yang sebelumnya dijadwalkan minggu ini, menjadi 1 Agustus.
Saham Toyota Motor turun 4%, sementara Honda Motor melemah 3,9% setelah unggahan Trump. Saham Nvidia sedikit melemah, sedangkan Apple dan Alphabet masing-masing turun lebih dari 1%. AMD kehilangan lebih dari 2%.
Ini merupakan pengumuman pertama dari beberapa kebijakan dagang yang diantisipasi dari Trump. Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan bahwa akan ada beberapa pengumuman dagang dalam 48 jam ke depan, seraya menambahkan bahwa ia memperkirakan “beberapa hari ke depan akan sangat sibuk.”
Baca Juga
Menkeu AS Sentil Negara yang Gagal Bernegosiasi: Tarif Bisa Kembali ke Level ‘Liberation Day’
Ancam BRICS
Menambah kekhawatiran perdagangan, Trump juga mengancam akan memberlakukan tarif tambahan 10% terhadap negara-negara yang dianggap sejalan dengan ‘kebijakan anti-Amerika’ BRICS, yang merujuk pada negara-negara berkembang seperti Brasil, Rusia, India, dan Tiongkok. Trump tidak merinci kebijakan spesifik dari BRICS yang ia maksud.
Baca Juga
Pengumuman itu disampaikan bersamaan dengan pertemuan kelompok BRICS di Rio de Janeiro, Brasil. Dalam beberapa tahun terakhir, BRICS berupaya mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS.
“Saat pasar berada di level tertinggi dan kita memiliki pandangan yang optimis, wacana soal tarif jelas tidak membantu,” ujar Jed Ellerbroek, Manajer Portofolio di Argent Capital Management, kepada CNBC. “Semakin sering kita membahas soal tarif, semakin tidak senang pasar.”
Saham Tesla juga turut membebani pasar secara keseluruhan. Produsen mobil listrik itu turun hampir 7% setelah CEO Elon Musk mengumumkan rencananya pada akhir pekan untuk membentuk partai politik baru bernama “America Party.”
Baca Juga
Investor tidak terlalu antusias dengan langkah Musk ke dunia politik tahun ini, yang menurut sebagian analis telah merusak citra dan penjualan Tesla.

