Elon Musk Masuk Panggung Politik, Luncurkan ‘America Party’
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id – Miliarder Elon Musk pada Sabtu (5/7/2025) menyatakan bahwa ia telah membentuk partai politik baru bernama "America Party", yang menurutnya akan memberikan kembali "kebebasan" kepada rakyat Amerika.
Baca Juga
Ancam Industri Masa Depan, Ini Kritik Tajam Elon Musk pada ‘Megabill’ Trump
“Dengan perbandingan 2 banding 1, kalian menginginkan partai politik baru dan kalian akan mendapatkannya!” tulis Musk di platform X, Sabtu (5/7/2025), satu hari setelah ia mengadakan jajak pendapat di platform tersebut menanyakan apakah pengikutnya mendukung pembentukan "America Party".
Musk, yang merupakan orang terkaya di dunia, menyatakan bahwa partai ini akan memfokuskan strateginya pada 2 atau 3 kursi Senat dan 8 hingga 10 kursi DPR, cukup untuk menjadi suara penentu dalam legislasi yang kontroversial.
“Dengan margin legislatif yang sangat tipis, itu cukup untuk menjadi suara penentu pada undang-undang penting dan memastikan bahwa kebijakan yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kehendak rakyat,” urai Musk, seperti dikutip CNBC.
Musk tidak menyebutkan di mana partai ini akan terdaftar, dan sejauh ini tidak ada catatan pendaftaran di Komisi Pemilihan Federal (FEC).
Ia juga mengatakan bahwa partai ini akan bersikap independen dan “akan melakukan diskusi legislatif dengan kedua partai”, seperti disampaikan dalam balasannya kepada salah satu pengguna di X.
Pada pemilu presiden 2024, Musk adalah donatur terbesar, menyumbangkan lebih dari $280 juta, sebagian besar untuk kandidat Donald Trump, meski ia juga mendukung beberapa kandidat Partai Republik lainnya.
Keterlibatan Musk dalam pemilu kongres 2026 diperkirakan bisa berdampak signifikan dalam persaingan yang ketat, mengingat kapasitas finansial dan pengaruh medianya.
Pengumuman ini muncul di tengah memanasnya hubungan antara Musk dan Trump. Keduanya sebelumnya merupakan sekutu dekat di awal pemerintahan Trump yang kedua, namun hubungan itu memburuk setelah adu komentar terbuka di media sosial. Perselisihan tersebut terutama dipicu oleh penolakan keras Musk terhadap “big, beautiful bill”, rancangan undang-undang domestik besar-besaran Trump.
Baca Juga
Trump dan Elon Musk Pecah Kongsi, Saling Serang di Media Sosial
Musk sebelumnya terlibat dalam upaya Trump untuk merampingkan pemerintahan federal lewat badan kontroversial Department of Government Efficiency (DOGE), tetapi mundur dari posisinya pada Mei setelah masa tugasnya sebagai pegawai pemerintah khusus berakhir.
Sejak itu, Musk beberapa kali melontarkan gagasan membentuk partai baru, terutama setelah RUU peningkatan plafon utang sebesar $5 triliun disahkan pekan lalu, yang disebutnya sebagai bukti bahwa “negara ini hanya memiliki satu partai — Porky Pig Party!”
“Sudah saatnya ada partai politik baru yang benar-benar peduli pada rakyat,” tegasnya.

