Wall Street Ambruk, Indeks Dow Jones Anjlok Lebih dari 400 Poin
NEW YORK, investortrust.id - Saham AS turun tajam pada hari Rabu waktu AS atau Kamis (24/10/2024). Indeks Dow Jones Industrial Average kehilangan lebih dari 400 poin.
Imbal hasil Treasury AS yang terus naik telah menekan pasar saham.
Baca Juga
Yield USTreasury 10Y Melonjak Lagi, Pasar Cermati Prospek Suku Bunga
S&P 500 turun 0,92%, ditutup pada 5.797,42. Dow Jones, yang terdiri dari 30 saham, anjlok 409,94 poin, atau 0,96%, mengakhiri sesi hari itu di 42.514,95. Ini adalah hari terburuk bagi indeks blue-chip tersebut sejak awal September. Indeks Nasdaq Composite juga turun 1,6%, berakhir di 18.276,65.
Baik Dow maupun S&P 500 mencatat kerugian untuk tiga sesi berturut-turut. Pada titik tertingginya dalam sesi ini, imbal hasil Treasury acuan 10 tahun mencapai 4,25%, level tertinggi sejak 26 Juli.
Imbal hasil Treasury telah meningkat pesat selama sebulan terakhir, bahkan setelah Federal Reserve mulai menurunkan suku bunga pada bulan September. Beberapa orang menunjuk data ekonomi terbaru sebagai penyebab kenaikan tersebut, sementara yang lain mencatat potensi defisit fiskal yang membesar di AS di bawah pemerintahan kedua Donald Trump.
"Bagi saya, ini semua tentang dampak dari suku bunga yang lebih tinggi. Pasar sedang menilai kembali kemungkinan bahwa The Fed dapat memangkas suku bunga secara agresif," kata Brent Schutte, kepala investasi di Northwestern Mutual Wealth Management, seperti dikutip CNBC. Menurut dia, ada bagian-bagian dari ekonomi yang belum merasakan dampak suku bunga yang meningkat, tetapi semakin lama suku bunga tetap tinggi, semakin banyak bagian ekonomi yang harus menyesuaikan diri dengan kenyataan itu.
Baca Juga
Risalah The Fed: FOMC Terbelah dalam Putuskan Besaran Pemangkasan Suku Bunga
Saham berkapitalisasi besar dinilai sudah ‘overvalued’. Schutte memperkirakan pasar akan mengalami penurunan dalam waktu dekat karena risiko resesi terus mengintai.
Saham-saham megacap berada di bawah tekanan pada hari Rabu, dengan saham Apple dan Nvidia turun lebih dari 2%. Saham Meta Platforms merosot 3%, sementara Netflix dan Amazon masing-masing turun sekitar 2%.
Saham McDonald’s, yang juga konstituen Dow, anjlok lebih dari 5%. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengatakan pada Selasa malam bahwa wabah E. coli yang terkait dengan burger Quarter Pounder dari restoran cepat saji raksasa tersebut telah menyebabkan 10 orang dirawat di rumah sakit dan satu kematian.

