Lewati Negosiasi Alot, RUU ‘Megabill’ Trump Lolos di Senat AS
Poin Penting
|
WASHINGTON DC, investortrust.id – RUU ‘Megabill’ Presiden Donald Trump berhasil lolos dari Senat dengan suara tipis 51-50 pada Selasa (1/7), setelah melalui negosiasi sengit dan sesi amandemen maraton yang berlangsung 24 jam.
Baca Juga
Diwarnai Drama Politik, RUU Pemotongan Pajak dan Belanja Trump Lolos Rintangan Pertama di Senat AS
Wakil Presiden JD Vance memberikan suara penentu, setelah tiga senator Partai Republik, Thom Tillis, Rand Paul, dan Susan Collins, memilih menolak.
Namun kemenangan ini masih belum final. DPR kini memegang kendali akhir terhadap nasib paket kebijakan domestik terbesar Trump ini, yang dijuluki One Big Beautiful Bill (OBBB). Dengan mayoritas tipis, Ketua DPR Mike Johnson hanya bisa kehilangan maksimal tiga suara dari partainya jika ingin mengesahkan RUU ini tanpa dukungan Demokrat.
Paket senilai triliunan dolar ini mencakup reformasi pajak dan pemotongan pengeluaran besar, termasuk pengurangan tajam pada Medicaid. Versi Senat membawa sejumlah perubahan substansial dibanding versi DPR yang lebih moderat, memicu gelombang resistensi baru dari sayap konservatif Partai Republik.
Baca Juga
Ancam Industri Masa Depan, Ini Kritik Tajam Elon Musk pada ‘Megabill’ Trump
Beberapa anggota GOP DPR yang sebelumnya mendukung RUU ini dengan enggan kini menyatakan keberatan terhadap revisi Senat. “Rumor beredar Senat ingin memaksa DPR menerima OBBB versi lemah sebelum 4 Juli,” cuit anggota DPR Chip Roy, tokoh konservatif dari Texas. “Saya tidak akan memilih mendukungnya dalam bentuk saat ini,” tegas Roy, seperti dikutip CNBC.
Tekanan politik semakin intens seiring Trump meningkatkan desakan kepada anggota legislatif agar RUU sampai di mejanya sebelum 4 Juli. “Kepada sahabat-sahabat saya di Senat, kunci diri kalian di ruangan kalau perlu, jangan pulang sebelum menyelesaikan ini minggu ini,” tulisnya di Truth Social pekan lalu.
Kantor Anggaran Kongres (CBO) memperkirakan RUU ini akan menambah defisit anggaran AS sebesar lebih dari US$3 triliun dalam satu dekade ke depan, angka yang menjadi titik kritik utama dari para penentang di DPR.
Meski para senator Partai Republik menyebut lolosnya RUU ini sebagai "kemenangan strategis," jalan menuju pengesahan final tetap penuh rintangan. Dengan tenggat waktu 4 Juli yang semakin dekat, investor dan pelaku pasar kini mencermati apakah pertarungan politik internal ini akan berdampak pada kepercayaan fiskal AS dan stabilitas pasar dalam beberapa pekan mendatang.

