Ketua The Fed Sebut Tarif Dagang Trump Pukul Ekonomi AS
CHICAGO, Investortrust.id - Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell mengatakan, perekonomian AS akan terpukul dan harga-harga akan naik akibat tarif impor terbaru yang masuk ke negara itu.
Dilansir BBC, Kamis (17/4/2025), Powell mengatakan, pajak impor yang baru-baru ini diumumkan Presiden AS Donald Trump lebih besar dari yang diharapkan bank sentral, melampaui batas atas perkiraannya.
Komentar Powell menyusul gejolak di pasar saham global saat investor bereaksi terhadap tarif perdagangan yang mulai berlaku dan meningkatnya perang dagang antara AS dan China.
Baca Juga
Mendag Optimistis Masuknya Investasi ke RI Jadi Kunci Hadapi Perang Tarif Trump
Powell mengatakan, survei terhadap rumah tangga dan bisnis melaporkan penurunan tajam sentimen mereka terhadap prospek ekonomi, sebagian besar disebabkan kekhawatiran tarif.
Sejak kembali menjabat, Trump memicu perang dagang dengan memberlakukan pajak 10% pada barang-barang yang diimpor ke AS dari sebagian besar negara di dunia. Trump meningkatkan tarif lebih tinggi pada barang China sebesar 145%, meskipun ada beberapa pengecualian untuk telepon pintar.
China membalas dengan tarif 125% pada produk-produk AS. Sementara Gedung Putih pada Rabu (16/4/2025) mengatakan ketika tarif baru ditambahkan ke tarif yang sudah ada, pungutan pada beberapa barang China dapat mencapai 245%.
"Tingkat kenaikan tarif yang diumumkan jauh lebih besar daripada yang diperkirakan," kata Powell dalam peringatannya paling keras mengenai dampak rezim tarif baru.
Baca Juga
Dampak perang dagang ini akan menekan ekonomi, inflasi lebih tinggi, dan pertumbuhan lebih lambat.
Sementara Presiden Trump mengatakan, kenaikan tarif impor akan meningkatkan manufaktur dan lapangan kerja AS.
Sayangnya, pelaku pasar saham merasa takut. Ketiga pasar saham utama AS mengalami penurunan tajam pada Rabu. Dow Jones turun 1,73%, sedangkan S&P 500 dan Nasdaq masing-masing turun 2,24% dan 3,07%.

