Bank Sentral Negara BRICS Borong Emas karena Perang Dagang
JAKARTA, investortrust.id - Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai alasan bank sentral dari negara-negara yang tergabung di BRICS memborong emas sejak beberapa tahun lalu dikarenakan terjadinya perang dagang. Hal ini pun menjadi salah satu penyebab melambungnya harga emas sekarang.
Menurut dia, negara-negara anggota BRICS akan mengalami kerugian jika tetap mempertahankan dolar Amerika Serikat (AS) dan tidak beralih ke emas. Hal ini karena perang dagang dipandang tidak memiliki urgensi terhadap indeks dolar.
Baca Juga
Ada Faktor Bank Sentral Negara BRICS di Balik Melonjaknya Harga Emas
“Pada saat perang dagang, dolarnya fluktuatif, stabil, namun harga emas tetap akan naik. Permasalahan utama kenapa bank-bank sentral anggota BRICS mereka memborong emas karena tahu bahwa perang dagang ini akan lama,” ujar Ibrahim saat dihubungi Investortrust, Kamis (17/4/2025).
Ibrahim memandang harga emas telah mengalami kenaikan yang cukup signifikan, yakni mencapai US$ 3.317 per troy ons. Angka ini melampaui puncak tertinggi sepanjang masa sebelumnya yang terjadi pada Senin (14/4/2025).
“Kenaikan ini akibat apa? Akibat bank sentral, ya bukan bank sentral anggota BRICS saja, hampir semua itu membeli logam mulia sebagai aset cadangan di luar dolar. Nah itu yang terjadi,” kata dia.
Lebih lanjut, Ibrahim pun memperkirakan kenaikan harga emas ini masih akan terus berlanjut. Bahkan menurutnya tidak menutup kemungkinan kalau di kuartal ketiga tahun ini harga emas bisa menyentuh US$ 3.600 per troy ons.
“Saya kemarin memprediksi bahwa harga emas dunia itu kemungkinan di US$ 3.400 di kuartal ketiga. Ini ada perubahan lagi, kalau seandainya di minggu ini US$ 3.300 sudah tercapai, ya ada kemungkinan besar US$ 3.600 di kuartal ketiga itu akan tercapai,” sebut Ibrahim.
Baca Juga
Potensi Emas Idle di Masyarakat Ada 1.800 Ton, OJK Dorong Optimalisasi untuk Dongkrak Ekonomi
Terkait dengan perang dagang sendiri, berdasarkan laporan beberapa media internasional, Presiden AS Donald Trump memberlakukan tarif hingga 245% terhadap barang-barang impor asal China. Ibrahim menilai ini akan membuat harga emas semakin melonjak.
“Kenapa Amerika memberikan biaya impor tambahan terhadap China? Karena China sendiri sampai saat ini menahan untuk impor Boeing. Ini yang menjadi salah satu kemarahan bagi Trump sendiri. Inilah cikal bakal yang membuat harga emas terus mengalami kenaikan yang cukup signifikan,” jelasnya.

