Pendapatan ByteDance Naik 29%, TikTok Sumbang Pertumbuhan Terbesar
BEIJING, investortrust.id – ByteDance, induk perusahaan TikTok, mencatatkan lonjakan pendapatan global sebesar 29% menjadi US$ 155 miliar sepanjang 2024, meskipun menghadapi tekanan ekonomi di dalam negeri. Banyaknya pengguna TikTok di berbagai negara, menjadi pendorong utama pertumbuhan perusahaan.
Dikutip dari Bloomberg, Jumat (11/4/2025), sekitar seperempat pendapatan tahunan perusahaan disumbang oleh pendapatan internasional senilai US$ 39 miliar. Sementara itu, laba bersih perusahaan juga meningkat menjadi sekitar US$ 33 miliar, menurut sumber yang mengetahui laporan keuangan tersebut.
Pertumbuhan pesat TikTok menjadi sorotan, terutama setelah pemerintah AS meminta mencari investor baru atau hengkang dari pasar AS. Sejak awal tahun sampai sekarang, nasib TikTok di Negeri Paman Sam pun masih abu-abu.
Meski secara keseluruhan tumbuh, laju ekspansi ByteDance melambat dibandingkan tahun 2023 yang mencatat kenaikan dari US$ 80 miliar menjadi hampir US$ 120 miliar. Adapun alasan tersebut tidak lepas dari kehadiran Douyin di China, serta perlambatan ekonomi di Negeri Tirai Bambu.
Di sisi lain, TikTok kini mengambil peran lebih besar sebagai motor pertumbuhan global perusahaan. Platform ini tidak hanya mengandalkan iklan, tapi juga ekspansi besar-besaran ke e-commerce.
Namun, salah satu tantangan terbesar ByteDance tahun ini adalah menyelesaikan akuisisi TikTok di AS dengan cara yang disetujui baik oleh Washington maupun Beijing. Amazon menjadi nama terbaru yang masuk dalam daftar calon pembeli, mengajukan penawaran resmi kepada pemerintah AS.
Baca Juga
Situasi kian rumit karena meningkatnya ketegangan perdagangan AS–China, di mana TikTok sering dianggap sebagai alat tawar-menawar dalam negosiasi tarif. Jika ketegangan ini meningkat, bisnis e-commerce TikTok di AS bisa saja terkena dampaknya, lantaran banyak produk yang dijual berasal dari China.
Meski demikian, ByteDance tetap berambisi di ranah teknologi masa depan. Perusahaan teknologi itu aktif mengembangkan produk berbasis kecerdasan buatan (AI), termasuk chatbot Doubao yang kini menjadi salah satu paling populer di China. Mereka juga menguji AI untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pembuatan video otomatis hingga coding.
Dengan pamor TikTok dan dorongan teknologi AI, ByteDance diprediksi dapat memperkuat dominasinya di industri teknologi, meski harus menghadapi tantangan politik dan ekonomi yang cukup kompleks baik dari dalam dan luar negeri. (C-13)

