Trump Umumkan Kesepakatan TikTok-AS, ByteDance Diberi Waktu Tambahan 90 Hari
Poin Penting
|
WASHINGTON, investortrust.id - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengumumkan tercapainya kesepakatan antara Washington dan Beijing untuk memastikan aplikasi TikTok tetap beroperasi di AS. Kesepakatan itu mewajibkan transfer aset TikTok di AS dari induknya, ByteDance asal China, ke pemilik baru berbasis Amerika.
Pengumuman datang hanya sehari sebelum tenggat 17 September yang mengharuskan TikTok dijual atau ditutup. Namun, Gedung Putih kemudian memperpanjang tenggat tersebut hingga 16 Desember, memberi ByteDance waktu tambahan 90 hari untuk merampungkan transaksi kompleks ini.
“Kita sudah punya kesepakatan soal TikTok… Ada sejumlah perusahaan besar yang ingin membelinya,” kata Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih, dikutip dari Reuters, Rabu (17/9/2025).
Di sisi lain, berdasarkan laporan Wall Street Journal, kesepakatan awalnya mencakup pembentukan entitas baru berbasis di AS dengan dewan direksi didominasi warga Amerika. ByteDance akan mempertahankan kepemilikan 19,9%, sementara 80% saham akan dipegang konsorsium investor, termasuk Susquehanna International Group, General Atlantic, KKR, serta investor baru seperti Andreessen Horowitz. Oracle dan Silver Lake juga disebut bakal ambil bagian.
Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menegaskan bahwa kerangka komersial kesepakatan ini sudah disusun sejak Maret lalu. “Kesepakatan ini tak akan terjadi tanpa perlindungan bagi keamanan nasional AS, namun juga tetap bisa mengakomodasi kepentingan Tiongkok,” ujarnya dikutip dari CNBC International.
Kesepakatan ini terjadi di tengah ketegangan dagang AS–China yang sempat menunda proses divestasi TikTok sejak beberapa bulan lalu. Gedung Putih berulang kali menyatakan kepemilikan ByteDance atas TikTok menimbulkan risiko akses data pengguna AS oleh pemerintah Beijing.
Dari sumber yang sama melaporkan bahwa transaksi final ditargetkan selesai dalam 30–45 hari. Trump dijadwalkan menggelar pembicaraan lanjutan dengan Presiden China, Xi Jinping, pada Jumat untuk memfinalisasi kesepakatan.
TikTok sendiri memiliki 170 juta pengguna di AS dan telah menjadi salah satu kanal komunikasi politik penting. Trump bahkan tercatat memiliki lebih dari 15 juta pengikut di platform tersebut.

