Sentimen Tarif Trump Guncang Pasar Saham AS, Ketiga Indeks Utama Wall Street Rontok
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS rontok pada penutupan Rabu waktu AS atau Kamis (27/03/2025) WIB. Penurunan saham dipimpin oleh sektor teknologi, karena tekanan terkait tarif semakin meningkat.
Baca Juga
Perang Dagang Memanas, Trump Tandatangani Rencana Tarif Resiprokal Besar-Besaran
S&P 500 kehilangan 1,12% dan berakhir di 5.712,20, Dow Jones Industrial Average anjlok 132,71 poin, atau 0,31%, ditutup di 42.454,79. Indeks Nasdaq Composite yang berfokus pada teknologi turun 2,04% dan ditutup di 17.899,01, setelah saham Nvidia anjlok hampir 6%.
Saham teknologi besar seperti Meta Platforms dan Amazon turun lebih dari 2%, sementara Alphabet merosot lebih dari 3%. Tesla jatuh lebih dari 5%.
Pasar mencapai titik terendah sesi setelah Gedung Putih mengumumkan bahwa Presiden Donald Trump akan mengungkap tarif baru untuk impor otomotif.
Saham General Motors dan Stellantis masing-masing anjlok lebih dari 3%.
Langkah ini dilakukan menjelang serangkaian tarif tambahan yang lebih luas yang diperkirakan akan diumumkan minggu depan. Pada hari Selasa, Trump mengatakan bahwa tarif ini kemungkinan akan lebih "lunak dibandingkan resiprokal," mencerminkan sikap yang lebih moderat setelah laporan awal pekan ini menunjukkan bahwa cakupan tarif bisa lebih sempit dan tarif khusus sektor tertentu kemungkinan akan ditunda.
Baca Juga
Trump Isyaratkan Tarif yang Berlaku Mulai April ‘Lebih Lunak’ dari Resiprokal
"Setiap kali Presiden mengeluarkan pernyataan terkait perdagangan, pasar akan bereaksi dengan kegembiraan atau kepanikan," kata Sam Stovall, kepala strategi investasi di CFRA Research, seperti dikutip CNBC.
Rencana Presiden untuk mengumumkan tarif tambahan pada otomotif membuat sektor yang bersifat defensif seperti barang konsumsi pokok dan utilitas kembali memimpin. “Rotasi ini kemungkinan akan berlanjut setidaknya hingga 2 April, ketika tarif resiprokal mulai berlaku, dan mungkin lebih lama jika Presiden terus melakukan penyesuaian terhadap tarif," urai Stovall.
Baca Juga
Pemberlakuan Tarif Resiprokal Trump Makin Dekat, Pasar Asia-Pasifik Mayoritas Melemah
Kekhawatiran akan dampak kebijakan perdagangan proteksionis telah membebani pasar saham belakangan ini. S&P 500 sempat memasuki wilayah koreksi awal bulan ini, turun lebih dari 10% dari rekor tertinggi yang dicapai pada Februari.
Padahal, Wall Street baru saja mencatat sesi kemenangan, dengan S&P 500 pada hari Selasa mencatat kenaikan untuk ketiga kali berturut-turut.

