Euforia Kemenangan Trump Mereda, Indeks Wall Street Rontok
NEW YORK, investortrust.id - Pasar saham AS rontok seiring dengan meredanya euforia kemenangan Donald Trump. Indeks utama Wall Street terkoreksi pada perdagangan Selasa waktu AS atau Rabu (13/11/2024) WIB.
Baca Juga
Reli Wall Street Berlanjut: Dow Melejit Lampaui 44.000, S&P 500 Ditutup di Atas 6.000
Dow Jones Industrial Average anjlok 382,15 poin atau 0,86%, menjadi 43.910,98, sedangkan S&P 500 turun 0,29% dan ditutup pada 5.983,99. Nasdaq Composite mengakhiri sesi sedikit lebih rendah, turun 0,09% menjadi 19.281,40. Baik Nasdaq, yang didominasi teknologi, dan S&P 500 menghentikan tren kemenangan lima hari mereka.
Saham-saham “Trump trade” mengalami penurunan paling signifikan pada hari Selasa. Saham-saham berkapitalisasi kecil, yang dipandang sebagai penerima manfaat potensial jika Donald Trump kembali ke Gedung Putih, berada di bawah tekanan secara luas, dengan Russell 2000 turun sekitar 1,8%. Saham Tesla, yang telah naik sekitar 31% sejak Hari Pemilihan, turun lebih dari 6% pada hari Selasa, sementara Trump Media & Technology Group turun hampir 9%. Saham tersebut turun 10% sejak kemenangan Trump.
Menurut kepala investasi Siebert, Mark Malek, saham mungkin telah berada di posisi terlalu tinggi bahkan sebelum Trump memenangkan masa jabatan kedua minggu lalu. “Kini setelah pasar menghilangkan ketidakpastian pemilu, beberapa hambatan ekonomi utama yang tersisa kembali ke permukaan,” urainya.
“Apa yang mendorong perdagangan hari ini mungkin adalah sedikit kelelahan,” kata Malek kepada CNBC. Pasar khawatir tentang utang dan defisit. Defisit memang selalu menjadi masalah, tetapi saat ini pasar melihatnya sebagai masalah utama. Menurut dia, mungkin ini alasan pelaku pasar sedikit menahan diri.
Para pelaku pasar akan mengalihkan perhatian mereka ke data indeks harga konsumen dan produsen yang dijadwalkan dirilis akhir pekan ini. Indikator inflasi ini dirilis setelah Federal Reserve minggu lalu mengumumkan pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin.
Baca Juga
Pada perdagangan sehari sebelumnya, indeks Dow ditutup di atas 44.000 untuk pertama kalinya. S&P 500 juga mencapai penutupan pertama di atas 6.000. Euforia itu mencerminkan optimisme investor bahwa masa jabatan kedua Trump dapat menghadirkan kebijakan pajak yang lebih rendah dan regulasi yang lebih longgar, yang pada akhirnya akan memberikan keuntungan bagi pasar yang lebih luas.

