Ketidakpastian Ekonomi Bebani Pasar Saham AS, Ketiga Indeks Utama Wall Street di Zona Negatif
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS melemah pada penutupan Kamis waktu AS atau Jumat (21/03/2025) WIB. Ketiga indeks utama Wall Street berada di zona negatif. Ketidakpastian terkait ekonomi AS terus membebani pasar saham, menggagalkan upaya pemulihan dari aksi jual selama sebulan terakhir.
Baca Juga
Proyeksi The Fed Beri Harapan Wall Street, Dow Jones Melambung Hampir 400 Poin
Indeks S&P 500 turun 0,22% dan ditutup di level 5.662,89. Nasdaq Composite merosot 0,33% menjadi 17.691,63, terbebani oleh penurunan saham Apple dan Alphabet. Dow Jones Industrial Average turun tipis 11,31 poin, atau 0,03%, dan berakhir di 41.953,32.
Di sisi lain, saham Accenture anjlok lebih dari 7% setelah perusahaan konsultan itu mengungkapkan dalam laporan pendapatan kuartal kedua bahwa bisnis layanan federalnya kehilangan kontrak dengan pemerintah AS akibat upaya penghematan di bawah pemerintahan Trump.
Pergerakan ini terjadi sehari setelah pertemuan terbaru Federal Reserve, di mana bank sentral memproyeksikan dua kali pemangkasan suku bunga pada 2025 dan mempertahankan suku bunga tidak berubah. Ketua The Fed, Jerome Powell, menyoroti tarif sebagai sumber kekhawatiran, terutama bagi konsumen, yang dapat memberikan tekanan pada perekonomian.
Baca Juga
The Fed Tahan Suku Bunga Acuan, Masih Proyeksikan Dua Pemangkasan Tahun Ini
Bank sentral juga meningkatkan proyeksi inflasi dan menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi.
Para trader sebagian besar memperkirakan The Fed tidak akan mengambil tindakan sebelum para pejabat melihat dampak dari rencana tarif Presiden Donald Trump. Pengecualian tarif untuk beberapa impor dari Kanada dan Meksiko akan berakhir pada 2 April.
"Pasar bullish tidak mati karena usia tua. Mereka mati karena ketakutan, dan yang paling ditakuti adalah resesi. Kita tidak menuju resesi, tetapi kita masih benar-benar tidak tahu apa yang akan terjadi akibat tarif ini," komentar Sam Stovall, kepala ahli strategi investasi di CFRA Research, seperti dikutip CNBC.
Saham sempat rebound pada hari Rabu setelah keputusan kebijakan The Fed. Namun, S&P 500, yang pekan lalu sempat masuk ke wilayah koreksi, masih hampir 8% di bawah rekor tertingginya yang dicapai pada Februari. Dalam sebulan terakhir, indeks ini telah turun lebih dari 7%.

