DeepSeek, AI Buatan China Ini Ancam Perusahaan Teknologi AS
JAKARTA, investortrust.id - Perusahaan rintisan teknologi asal China, DeepSeek menjadi pembicaraan. Perusahaan ini sempat menimbulkan kekhawatiran para investor dan membuat Nasdaq Futures Composite turun 1,8% dan Futures S&P 500 melemah 0,9%.
Para investor mulai mempertimbangkan dampak kemajuan DeepSeek. Seperti dilaporkan Bloomberg, DeepSeek meluncurkan model AI gratis untuk bersaing dengan Chat GPT dan Open AI. Keputusan ini membuat saham-saham teknologi penting seperti Nvidia dan Broadcom mengalami tekanan.
DeepSeek sukses merilis model AI yang sebanding dengan OpenAI dan perusahaan lainnya. Tetapi, yang membedakan yaitu, nilai pengembangan yang dibuat DeepSeek hanya membutuhkan biaya yang lebih rendah.
Baca Juga
Ketua Dewan Pers Soroti Pentingnya Berpikir Kritis di Era Kecerdasan Buatan
Menurut Venture Beat, jika OpenAI o1 berharga $15 per juta token input dan $60 per juta token output. Sementara itu, DeepSeek yang didasarkan pada model R1, berharga $0,55 per juta token input dan $2,19 per juta token output.
Dari kinerjanya, DeepSeek yang baru saja merilis model AI R1, hampir menyamai kualitas model AI yang dimiliki o1 milik OpenAI. R1 milik DeepSeek memperoleh skor 79,8% pada tes matematika AIME 2024 dan 97,3% pada MATH-500. Ia juga memperoleh peringkat 2.029 pada Codeforces — lebih baik daripada 96,3% programmer manusia. Sementara itu, o1 memperoleh skor 79,2%, 96,4%, dan 96,6% masing-masing pada tolok ukur ini.
CEO Microsoft Satya Nadella menyatakan kekagumannya pada model baru DeepSeek. Dia mengatakan model R1 memiliki efisiensi komputasi dan pendekatan open-source yang efektif. Sebab, DeepSeek menunjukkan kemampuan China mengatasi pembatasan semikonduktor ketat yang diberlakukan pemerintah AS. Termasuk pembatasan akses chip paling kuat seperti Nvidia H100.
Penelusuran CNBC menyebut, tak banyak informasi yang dapat diketahui mengenai DeepSeek. Tetapi, diketahui pendiri laboratorium AI ini yaitu Liang Wen Feng. Pendanaan perusahaan tersebut berasal dari hedge fund pemerintah China bernama High Flyer Quant yang mengelola aset sekitar US$ 8 miliar.
China juga memiliki startup AI lainnya bernama 01.ai. Peneliti AI, Kai-Fu Lee dilatih hanya dengan US$ 3 juta. Perusahaan induk TikTok, ByteDance, dikabarkan juga mengembangkan model yang mengungguli Open AI.

