Pasar Eropa Menguat Delapan Hari Berturut-turut, Saham Barang Mewah Melonjak
LONDON, investortrust.id - Saham Eropa melanjutkan tren positifnya pada Senin (9/12/2024). Investor mempertimbangkan langkah stimulus dari China dan gejolak geopolitik.
Baca Juga
Pasar Eropa Menguat di Tengah Gejolak Politik Prancis, Saham Direct Line Melonjak Lebih dari 6%
Dikutip dari CNBC, indeks pan-Eropa Stoxx 600 ditutup menguat untuk kedelapan kalinya secara berturut-turut, naik 0,14% meskipun sempat berfluktuasi. Ini merupakan periode kenaikan terpanjang bagi indeks regional tersebut sejak Mei.
Indeks FTSE 100 Inggris naik 43,47 poin atau 0,52% menjadi 8.352,08, indeks CAC 40 Prancis menguat 53,26 atau 0,72% berakhir pada 7.480,14, sedangkan indeks DAX Jerman turun 38,65 poin atau 0,19% menjadi 20.345,96.
Pada Senin, para pemimpin China berjanji untuk menerapkan langkah fiskal yang “lebih proaktif” dan kebijakan moneter yang secara moderat lebih longgar untuk tahun depan. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan konsumsi domestik.
Berita dari China ini mendorong saham-saham mewah Eropa, dengan saham Kering, pemilik merek Gucci, melonjak sekitar 4%.
Saham di Hong Kong melonjak sekitar 3%, meskipun pasar Asia-Pasifik lainnya cenderung bervariasi. Indeks saham Kospi Korea Selatan anjlok lebih dari 2% di tengah gonjang ganjing politik di Korea Selatan setelah Presiden Yoon Suk Yeol lolos dari upaya pemakzulan pada akhir pekan.
Baca Juga
Saham BP melonjak 5% setelah perusahaan itu mengumumkan merger bisnis angin lepas pantainya dengan perusahaan listrik Jepang JERA dalam sebuah perusahaan patungan baru. BP diperkirakan memprioritaskan operasi bahan bakar fosilnya dalam upaya meningkatkan profitabilitas.
Di sisi lain, para pelaku pasar juga menilai dampak gejolak geopolitik di Timur Tengah setelah Presiden Suriah Bashar al-Assad digulingkan pada akhir pekan. Para pemimpin Barat menyambut hati-hati penggulingan dinasti Assad oleh pasukan pemberontak, dengan kekhawatiran akan adanya kekosongan kekuasaan dan ketidakstabilan lebih lanjut di wilayah tersebut.
Di Amerika Serikat, pasar saham sebagian besar melemah pada perdagangan pagi, terseret oleh saham Nvidia. Regulator di China pada Senin mengumumkan penyelidikan terhadap produsen chip tersebut terkait kemungkinan pelanggaran undang-undang antimonopoli.
Investor menantikan data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS untuk November yang akan dirilis pada Rabu. Analis memperkirakan ada sedikit peningkatan tekanan harga.

