Bursa Eropa Terangkat Sektor Barang Mewah, Saham Richemont Melonjak 16%
LONDON, investortrust.id - Pasar Eropa ditutup lebih tinggi pada Kamis (16/1/2025), dengan saham barang mewah melonjak berkat hasil kuat dari pemilik Cartier, Richemont.
Baca Juga
Pasar Eropa Terdongkrak Data Inflasi AS dan Inggris, Catatkan Sesi Terbaik dalam Lima Bulan
Dikutip dari CNBC, indeks regional Stoxx 600 ditutup naik 0,93%, dengan sebagian besar sektor berada di wilayah positif. Saham ritel menghapus kenaikan awalnya dan turun 0,2%.
Richemont, yang menjadi tolok ukur sektor barang mewah, melonjak 16% setelah melaporkan kenaikan penjualan kuartal ketiga fiskal sebesar 10%, melampaui ekspektasi. Saham perusahaan Prancis seperti LVMH, Kering, dan Christian Dior juga mengalami kenaikan. Retailer lain seperti Moncler, Burberry, Swatch, dan Hermes juga berada di posisi atas indeks Stoxx.
Saham teknologi ditutup naik 1,9%, dengan perusahaan chip seperti ASM International dan Be Semiconductor terdongkrak oleh pendapatan yang melebihi perkiraan dari Taiwan Semiconductor Manufacturing Company.
Pergerakan ini melanjutkan momentum positif dari hari Rabu, di mana saham-saham Eropa mencatat sesi terbaik mereka dalam empat bulan terakhir.
Sentimen global didukung oleh data inflasi harga konsumen AS yang sedikit lebih rendah dari perkiraan, yakni 3,2% secara inti, yang tidak termasuk harga makanan dan energi. Pembacaan tahunan utama sesuai dengan perkiraan sebesar 2,9% dalam survei Dow Jones.
Baca Juga
Pasar AS didorong oleh serangkaian laporan pendapatan kuat dari bank-bank besar yang dirilis pada hari Rabu dan Kamis. JPMorgan Chase mencatatkan laba tertinggi sepanjang masa, sementara Citigroup, Goldman Sachs, Morgan Stanley, dan Bank of America melampaui ekspektasi pasar.
Pada hari Kamis, data juga menunjukkan penjualan ritel AS naik 0,4% pada Desember, lebih rendah dari revisi kenaikan 0,8% pada November dan di bawah perkiraan konsensus Dow Jones sebesar 0,5%.
Pasar Asia-Pasifik naik mengikuti reli Wall Street. Kontrak berjangka saham AS naik tipis karena para trader menantikan lebih banyak laporan pendapatan bank besar dari Morgan Stanley dan Bank of America.

