Pasar Asia-Pasifik Beragam, Indeks Kospi Korsel Anjlok
JAKARTA, investortrust.id - Pasar Asia-Pasifik menunjukkan pergerakan beragam pada Senin (9/12/2024). Para investor mencerna data inflasi terbaru dari China dan revisi pertumbuhan ekonomi Jepang. Indeks Kospi Korea Selatan anjlok.
Baca Juga
Gonjang Ganjing Politik Landa Korea Selatan dan Prancis, Pasar Asia-Pasifik Bergerak Bervariasi
Dikutip dari CNBC, indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,3%, sementara Topix menguat 0,4%. PDB Jepang untuk kuartal ketiga direvisi naik menjadi 0,3% (kuartal ke kuartal), dibandingkan estimasi sebelumnya sebesar 0,2% dan melampaui proyeksi jajak pendapat Reuters yang memprediksi tidak ada perubahan.
Indeks Hang Seng Hong Kong cenderung datar, sedangkan CSI 300 daratan China naik 0,3%. Inflasi konsumen China pada November tumbuh 0,2% (tahun-ke-tahun), turun dari 0,3% pada Oktober dan di bawah proyeksi 0,5% oleh para ekonom Reuters.
Indeks Kospi Korea Selatan anjlok 2%, dan Kosdaq merosot 3,9% di tengah gejolak politik. Presiden Yoon Suk Yeol lolos dari pemungutan suara impeachment di parlemen, tetapi ketua partainya menyatakan bahwa presiden kemungkinan akan mundur.
Baca Juga
Upaya Pemakzulan Gagal, tapi Posisi Presiden Yoon Belum Aman
Di Australia, indeks S&P/ASX 200 turun tipis 0,2%.
Pasar AS pada penutupan pekan lalu tercatat, S&P 500 dan Nasdaq mencapai rekor tertinggi baru setelah data pekerjaan November sedikit lebih baik dari perkiraan. S&P 500 naik 0,25% menjadi 6.090,27, dan Nasdaq melonjak 0,81% menjadi 19.859,77, dipimpin oleh kenaikan Tesla, Meta, dan Amazon. Dow Jones turun 123,19 poin atau 0,28% menjadi 44.642,52.
Secara mingguan, S&P 500 dan Nasdaq mencatat kenaikan berturut-turut untuk minggu ketiga, masing-masing naik 0,96% dan 3,34%, sementara Dow turun 0,6%.

