Wall Street Pesta Cuan, Dow Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS menguat pada perdagangan Selasa waktu AS atau Rabu (1/7/2026) WIB. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 136,46 poin atau 0,26% dan ditutup pada rekor tertinggi 52.319,20.
Indeks S&P 500 menguat 0,79% menjadi 7.499,36, sedangkan Nasdaq Composite melonjak 1,52% ke level 26.213,72.
Baca Juga
Wall Street Melonjak Didorong Saham Teknologi, Dow Tembus Rekor 52.000
Reli pasar dipimpin oleh saham-saham produsen chip yang kembali menjadi favorit investor. Nvidia naik 2,6%, Advanced Micro Devices (AMD) melonjak 7,7%, sementara Intel menguat 6%.
Di saat yang sama, VanEck Semiconductor ETF (SMH) naik lebih dari 3%, sehingga akumulasi kenaikannya sepanjang tahun mencapai sekitar 82%.
Performa Impresif
Bursa saham Amerika Serikat menutup semester pertama 2026 dengan performa impresif. Penguatan saham-saham teknologi, khususnya sektor semikonduktor, mendorong indeks utama Wall Street mencetak rekor baru sekaligus mengakhiri kuartal kedua sebagai salah satu periode terbaik dalam beberapa tahun terakhir.
Hari Selasa sekaligus menjadi penutupan perdagangan semester pertama dan kuartal kedua tahun ini.
Sepanjang enam bulan pertama 2026, Dow Jones menguat 8,9%, menjadi performa semester pertama terbaik sejak 2021. S&P 500 naik 9,6%, sedangkan Nasdaq memimpin dengan kenaikan lebih dari 12%.
Baca Juga
Ditopang Saham Teknologi, 3 Indeks Utama Wall Street Ukir Rekor Tertinggi Sepanjang Masa
Kinerja paling mencolok justru datang dari indeks saham berkapitalisasi kecil Russell 2000, yang melonjak hampir 22%, menjadi kenaikan semester pertama terbesar sejak 1991.
Paruh pertama tahun ini diwarnai volatilitas tinggi. Meski indeks-indeks utama beberapa kali mencetak rekor baru, pasar juga menghadapi lonjakan harga energi akibat perang Iran serta kekhawatiran mengenai keberlanjutan belanja besar-besaran untuk pengembangan kecerdasan buatan (AI).
Namun memasuki kuartal kedua, sentimen investor berubah lebih positif setelah kekhawatiran terhadap sektor AI mulai mereda dan konflik di Timur Tengah menunjukkan tanda-tanda menuju penyelesaian.
Hasilnya, S&P 500 melonjak 14,9% selama kuartal kedua, sedangkan Nasdaq melesat 21,4%, menjadi kenaikan kuartalan terbesar sejak kuartal II 2020.
Sementara itu, Dow Jones naik 12,9%, menjadi kinerja kuartalan terbaik sejak kuartal IV 2022.
Chief Investment Officer Orion, Tim Holland, menilai pelajaran terbesar sepanjang semester pertama 2026 adalah bahwa fundamental laba perusahaan tetap menjadi faktor paling menentukan arah pasar, selain kebijakan suku bunga.
“Bagi saya, pelajaran dari paruh pertama tahun 2026 adalah bahwa pendapatan lebih penting daripada hampir semua hal, kecuali mungkin suku bunga,” kata Tim Holland, seperti dikutip CNBC.
Menurutnya, selama konflik antara Amerika Serikat dan Iran tidak kembali memanas, tren pasar bullish masih berpotensi berlanjut hingga akhir tahun.
Holland juga melihat mulai terjadi rotasi investasi dari saham-saham pertumbuhan (growth stocks) menuju saham-saham bernilai (value stocks). Dengan suku bunga yang diperkirakan tetap berada pada level relatif tinggi, saham-saham yang sensitif terhadap siklus ekonomi dinilai memiliki peluang memberikan kinerja lebih baik dibandingkan saham pertumbuhan yang valuasinya sudah mahal.
Optimisme tersebut memperkuat keyakinan investor bahwa reli Wall Street masih memiliki ruang untuk berlanjut pada paruh kedua 2026, meski perhatian terhadap perkembangan AI, kebijakan suku bunga Federal Reserve, serta dinamika geopolitik tetap menjadi faktor utama yang akan menentukan arah pasar.
