Ditopang Saham Teknologi, 3 Indeks Utama Wall Street Ukir Rekor Tertinggi Sepanjang Masa
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham Amerika Serikat (AS) menguat pada perdagangan Jumat waktu AS atau Sabtu (30/5/2026) WIB. Wall Street ditutup di level tertinggi sepanjang sejarah, menandai akhir bulan yang sangat kuat bagi pasar saham AS.
Indeks Nasdaq Composite naik 0,2% ke level 26.972,62. S&P 500 menguat 0,22% menjadi 7.580,06, sementara Dow Jones Industrial Average bertambah 363,49 poin atau 0,72% ke posisi 51.032,46.
Baca Juga
Ketiga indeks tersebut juga sempat mencetak rekor intraday baru sebelum akhirnya ditutup di wilayah positif.
Dell Jadi Bintang Pasar
Salah satu sorotan utama datang dari Dell Technologies yang melonjak hampir 33%, mencatat kenaikan harian terbesar dalam sejarah perusahaan.
Produsen komputer tersebut melaporkan pendapatan dan laba kuartal pertama yang melampaui ekspektasi analis sekaligus menaikkan proyeksi kinerja untuk setahun penuh.
Reli juga terjadi pada saham-saham yang terkait erat dengan tema kecerdasan buatan. Micron Technology naik 5%, sedangkan Qualcomm menguat 3%.
Secara bulanan, Micron mencatat lonjakan hampir 88% selama Mei, sementara Qualcomm naik sekitar 40%.
AI Masih Jadi Mesin Penggerak
Dana sektor teknologi Technology Select Sector SPDR Fund (XLK) mencapai level tertinggi 52 minggu dan melonjak hampir 20% sepanjang bulan.
CEO dan pendiri XFUNDs by Nicholas Wealth, David Nicholas, mengatakan bahwa Dell kini menjadi simbol meluasnya manfaat AI di luar produsen chip.
"Awalnya cerita AI berfokus pada chip dan memori, tetapi kini berkembang ke seluruh ekosistem infrastruktur AI," ujarnya, seperti dikutip CNBC.
Pernyataan tersebut memperkuat keyakinan investor bahwa gelombang investasi AI masih berada pada tahap awal dan berpotensi menopang pertumbuhan laba perusahaan teknologi dalam jangka panjang.
Harga Minyak Turun
Sentimen positif juga diperkuat oleh perkembangan geopolitik. Pasar menyambut baik kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran untuk memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari.
Presiden Donald Trump menyatakan bahwa keputusan final mengenai kesepakatan tersebut sedang dibahas di Situation Room Gedung Putih. Ia kembali menegaskan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir dan meminta Selat Hormuz segera dibuka kembali untuk lalu lintas energi global.
Baca Juga
Setelah kabar tersebut, harga minyak mentah turun tajam. West Texas Intermediate (WTI) merosot 1,73% menjadi US$87,36 per barel, sementara Brent turun 1,77% menjadi US$92,05 per barel.
WTI bahkan mencatat penurunan bulanan hampir 17%, menjadi pelemahan terbesar sejak April 2025.
Menurut Nicholas, pasar mulai memperhitungkan kemungkinan berakhirnya konflik dalam waktu dekat. Jika ketegangan benar-benar mereda, kondisi tersebut berpotensi membuka ruang bagi reli lanjutan di pasar saham global, terutama sektor teknologi yang saat ini menjadi pusat perhatian investor.

