Wall Street Pesta Cuan Setelah Rilis Data Ketenagakerjaan AS, Dow Melonjak 344 Poin, S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor
Poin Penting
Indeks Dow naik 344 poin, S&P 500 dan Nasdaq cetak rekor penutupan baru, ditopang data tenaga kerja AS yang lebih baik dari perkiraan.
Nonfarm payrolls bertambah 147.000 pada Juni, melampaui ekspektasi 110.000; tingkat pengangguran turun menjadi 4,1%.
Ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed hampir hilang sepenuhnya, dengan peluang penurunan pada Juli hanya tersisa 5%.
Pasar juga mencermati arah kebijakan dagang Trump dan kelanjutan megapaket pajak, menjelang tenggat tarif yang ditetapkan 90 hari.
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS menguat pada Kamis waktu AS atau Jumat (4/7) WIB. Indeks Dow Jones melonjak, S&P 500 dan Nasdaq Composite mencetak rekor penutupan baru, menyusul laporan tenaga kerja AS bulan Juni yang jauh melampaui ekspektasi. Data ketenagakerjaan yang solid menumbuhkan keyakinan bahwa ekonomi AS tetap tangguh di tengah gejolak kebijakan perdagangan dan geopolitik.
Baca Juga
Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 344,11 poin atau 0,77% menjadi 44.828,53. S&P 500 naik 0,83% ke level 6.279,35, sedangkan Nasdaq menguat 1,02% ke 20.601,10. Kenaikan ini menandai rekor penutupan tertinggi baru bagi S&P 500 dan Nasdaq.
Laporan dari Biro Statistik Tenaga Kerja menunjukkan nonfarm payrolls bertambah 147.000 pada Juni, mengalahkan estimasi konsensus Dow Jones sebesar 110.000 dan juga di atas revisi naik Mei sebesar 144.000. Tingkat pengangguran pun turun menjadi 4,1%, lebih rendah dari prediksi kenaikan ke 4,3%.
Data ketenagakerjaan yang kuat ini mendorong lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan secara signifikan mengurangi ekspektasi pasar bahwa The Fed akan memangkas suku bunga dalam waktu dekat. Berdasarkan alat FedWatch dari CME Group, probabilitas bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan bulan Juli kini mencapai 95%.
Baca Juga
The Fed Pertahankan Bunga Acuan, Proyeksikan Dua Pemangkasan Tahun Ini
“Implikasi terbesarnya adalah The Fed hampir pasti tidak akan memangkas suku bunga bulan ini, dan bahkan pemangkasan tahun ini masih menjadi tanda tanya besar,” ujar Jed Ellerbroek, manajer portofolio di Argent Capital Management, kepada CNBC.
Laporan ini muncul sehari setelah ADP merilis data yang menunjukkan penurunan payroll sektor swasta sebesar 33.000 pada bulan lalu, yang sempat memicu kekhawatiran bahwa ekonomi mulai melemah. Namun data resmi dari pemerintah yang dirilis Kamis berhasil meredakan kekhawatiran tersebut.
Baca Juga
Sementara itu, investor juga mencermati perkembangan perundingan dagang antara AS dan Vietnam, menyusul pengumuman kesepakatan dagang baru oleh Presiden Donald Trump sehari sebelumnya. Pasar menunggu potensi pengumuman kesepakatan tambahan, terutama menjelang tenggat 90 hari penghentian sementara tarif yang akan berakhir pekan depan.
Meski posisi indeks saham AS di level tertinggi membuatnya rentan terhadap koreksi, terutama jika Trump mengambil sikap keras dalam negosiasi, Ellerbroek menilai pasar tetap menunjukkan pandangan yang relatif optimistis. “Dampak tarif akan nyata bagi banyak bisnis, tetapi pasar tampaknya akan bisa mencernanya tanpa gejolak besar,” bebernya.
Di sisi lain, perhatian pasar juga tertuju pada megapaket pemotongan pajak Trump yang telah lolos dari Senat pada Selasa dan kini kembali ke DPR untuk pemungutan suara final setelah disetujui pada Kamis.
Baca Juga
Lewati Negosiasi Alot, RUU ‘Megabill’ Trump Lolos di Senat AS
Perdagangan hari Kamis berlangsung lebih singkat karena pasar tutup lebih awal menjelang Hari Kemerdekaan AS pada Jumat. Seluruh indeks utama AS menutup pekan ini di zona hijau: S&P 500 naik 1,7%, Nasdaq 1,6%, dan Dow Jones mencatatkan kenaikan mingguan sebesar 2,3%.

