Trump Bawa Hormuz ke G7
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan membahas rencana pembersihan ranjau di Selat Hormuz bersama para sekutu dalam Konferensi Tingkat Tinggi G7 di Prancis pekan depan. Agenda ini muncul ketika optimisme terhadap kesepakatan damai AS–Iran semakin menguat, meski Teheran masih menahan diri dan menegaskan penandatanganan belum akan dilakukan akhir pekan ini.
Associated Press (AP), Sabtu (13/06/2026), melaporkan bahwa seorang pejabat senior pemerintahan AS menyebut Trump akan membawa isu demilitarisasi dan pembersihan ranjau Hormuz ke forum G7. Inggris dan Prancis, dua anggota G7, disebut telah menyatakan minat untuk membantu operasi pembersihan ranjau di jalur pelayaran strategis tersebut setelah konflik dihentikan.
Selat Hormuz menjadi titik paling sensitif dalam perang AS–Iran karena menjadi urat nadi pengiriman minyak dan gas dari Teluk Persia. Ketegangan di kawasan itu sempat mengguncang pasar energi global setelah Iran memperketat kendali atas jalur tersebut, sementara AS memblokade pelabuhan Iran. Gencatan senjata rapuh berlaku sejak 7 April 2026, namun beberapa insiden militer terbaru kembali mengancam stabilitas kawasan.
Baca Juga
Trump Ungkap Operasi Rahasia Hormuz, Klaim Amankan 100 Juta Barel Pasokan Minyak Dunia
AP juga melaporkan Trump berencana bertemu secara terpisah dengan para pemimpin Mesir, Qatar, dan Uni Emirat Arab di sela KTT G7 untuk membahas upaya mengakhiri perang Iran. Qatar bersama Pakistan menjadi dua aktor penting dalam mediasi antara Washington dan Teheran.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyatakan kesepakatan untuk mengakhiri perang sudah lebih dekat dari sebelumnya dan berpotensi difinalisasi dalam 24 jam. Pakistan bahkan menyiapkan penandatanganan elektronik, yang akan diikuti pembicaraan teknis pada pekan depan.
Namun, Iran memilih berhati-hati. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei mengatakan penandatanganan tidak akan terjadi pada Minggu, meski peluang tercapainya memorandum dalam beberapa hari ke depan tetap terbuka. Baghaei juga menegaskan dokumen Islamabad yang sedang dibahas saat ini berfokus pada penghentian perang, bukan isu nuklir.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi sebelumnya menyatakan kesepakatan “belum pernah sedekat ini”. Pernyataan itu bahkan dibagikan kembali oleh Trump di media sosial, memperkuat persepsi bahwa kedua pihak sedang menuju titik temu setelah berbulan-bulan perang, ancaman, dan negosiasi yang tersendat.
Reuters melaporkan, rancangan kesepakatan awal mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz, pencabutan blokade AS atas pelabuhan Iran, serta dimulainya pembicaraan lanjutan mengenai program nuklir Iran. Namun, Teheran dan Washington masih menunjukkan perbedaan narasi mengenai isi kesepakatan.
Baca Juga
Wall Street Melesat Setelah Trump Batalkan Serangan ke Iran, Dow Melonjak Lebih 900 Poin
Di tengah kemajuan diplomasi, ketegangan militer belum sepenuhnya reda. Reuters melaporkan pasukan AS menembak jatuh sejumlah drone Iran di dekat Selat Hormuz karena dinilai mengancam lalu lintas kapal komersial. Insiden ini menunjukkan bahwa jalan menuju perdamaian masih rapuh dan penuh risiko.
Sementara itu, Iran juga mengumumkan rangkaian pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei pada 4–9 Juli 2026, bertepatan dengan Muharram. Khamenei tewas dalam serangan pembuka perang yang dilancarkan Israel dan AS pada akhir Februari 2026. Ia digantikan oleh putranya, Mojtaba Khamenei, yang dipandang lebih keras.
Bagi pasar global, rencana pembukaan kembali Hormuz menjadi faktor kunci. Jika kesepakatan benar-benar diteken dan jalur pelayaran kembali aman, tekanan terhadap harga minyak dunia berpotensi mereda. Namun, selama belum ada tanda tangan resmi, investor masih akan membaca perkembangan diplomasi AS–Iran dengan sangat hati-hati.
