Wall Street Melesat Setelah Trump Batalkan Serangan ke Iran, Dow Melonjak Lebih 900 Poin
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id - Bursa saham Amerika Serikat menguat tajam pada Kamis waktu AS atau Jumat (12/6/2026) WIB. Presiden AS, Donald Trump, membatalkan rencana serangan militer terhadap Iran dan menyatakan bahwa kesepakatan antara Washington dan Teheran segera ditandatangani.
Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 929,97 poin atau 1,86% menjadi 50.848,75. Indeks S&P 500 naik 1,75% ke level 7.394,30 dan Nasdaq Composite melesat 2,54% menjadi 25.809,66.
Baca Juga
Wall Street Ambruk Setelah Trump Ancam Serangan Baru ke Iran, Dow Ambles Lebih dari 900 Poin
Penguatan tersebut menghapus sebagian tekanan yang sebelumnya membayangi pasar akibat meningkatnya konflik geopolitik di Timur Tengah.
Trump Batalkan Serangan
Dalam pernyataannya di Oval Office, Trump mengatakan bahwa pemerintahannya telah mencapai kesepakatan yang memastikan Iran tidak akan memiliki senjata nuklir.
"Kami akan segera menandatangani kesepakatan dan dokumennya hampir selesai," kata Trump.
Sebelumnya, ia juga menulis di media sosial Truth Social bahwa serangan dan pemboman terhadap Iran yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis malam dibatalkan.
Menurut Trump, blokade angkatan laut terhadap Iran akan tetap diberlakukan hingga seluruh dokumen perjanjian diselesaikan.
Pernyataan tersebut langsung memicu optimisme investor bahwa risiko perang skala besar di Timur Tengah dapat dihindari.
Meredanya kekhawatiran geopolitik membuat harga minyak bergerak turun.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 2,58% dan ditutup di US$87,71 per barel.
Sementara minyak Brent melemah 2,92% menjadi US$90,38 per barel dan terus melanjutkan penurunan setelah perdagangan resmi berakhir.
Baca Juga
Trump Batalkan Serangan ke Iran, Harga Minyak Dunia Langsung Terjun
Padahal sebelumnya harga minyak sempat melonjak setelah Trump mengancam akan menyerang Iran "dengan sangat keras" serta mengambil alih Pulau Kharg dan infrastruktur energi utama negara tersebut.
Saham Chip
Selain sentimen geopolitik, reli pasar juga didorong pemulihan sektor semikonduktor yang sebelumnya mengalami tekanan besar.
Saham Micron Technology, Advanced Micro Devices (AMD), dan Intel memimpin penguatan sektor teknologi.
ETF semikonduktor iShares Semiconductor ETF (SOXX) melonjak lebih dari 8%, menandai pemulihan kuat setelah sempat anjlok sekitar 10% pada pekan sebelumnya.
Intel menjadi salah satu bintang utama setelah analis Bank of America menaikkan rekomendasi sahamnya dari underperform menjadi buy. Saham perusahaan tersebut langsung melesat sekitar 9%.
Optimisme investor juga meningkat menjelang debut pasar SpaceX yang dijadwalkan berlangsung Jumat. Penawaran saham perdana (IPO) perusahaan antariksa itu diperkirakan menjadi yang terbesar dalam sejarah dengan valuasi sekitar US$1,8 triliun.
Tidak semua saham teknologi menikmati reli.
Saham Oracle Corporation justru anjlok 8% setelah perusahaan perangkat lunak tersebut mengumumkan rencana penghimpunan dana tambahan sebesar US$20 miliar melalui ekuitas dan utang untuk mendukung ekspansi infrastruktur kecerdasan buatan (AI).
Meski demikian, sentimen pasar secara keseluruhan tetap positif.
Thomas Martin, manajer portofolio senior di Globalt Investments, menilai pasar tidak terlalu khawatir terhadap konflik Timur Tengah karena dampak kenaikan harga minyak belum menyebar luas ke sektor ekonomi lainnya.
"Pasar tampaknya tidak terpengaruh oleh konflik Timur Tengah,” kata Thomas Martin, seperti dikutip CNBC.
Menurutnya, fondasi ekonomi AS masih relatif kuat sehingga investor tetap nyaman mengambil risiko di pasar saham.

