Trump Peringatkan Masa Depan NATO Bisa “Sangat Buruk” Jika Sekutu Tak Bantu Amankan Selat Hormuz
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id — Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan bahwa masa depan aliansi militer Barat NATO dapat menjadi “sangat buruk” apabila negara-negara sekutu tidak membantu mengamankan Selat Hormuz, jalur pelayaran energi paling strategis di dunia yang kini terdampak konflik Iran.
Dalam laporan terbaru CNN yang diperbarui pada Senin (16/3/2026), Trump mendesak negara-negara sekutu Amerika untuk berpartisipasi dalam upaya menjaga keamanan jalur pengiriman minyak global tersebut. Ia menegaskan bahwa kegagalan sekutu untuk ikut membantu membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz dapat menimbulkan konsekuensi serius bagi masa depan kerja sama NATO.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan akibat perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang telah mengganggu aktivitas pelayaran di kawasan Teluk Persia. Selat Hormuz merupakan jalur vital yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan menjadi rute utama pengiriman sekitar 20% perdagangan minyak dunia.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengatakan Inggris saat ini bekerja sama dengan negara-negara sekutu untuk membantu membuka kembali jalur pelayaran tersebut. Upaya ini dilakukan untuk memastikan kelancaran distribusi energi global yang terganggu akibat konflik yang semakin meluas di Timur Tengah.
Di sisi lain, pemerintah Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz sebenarnya tidak ditutup sepenuhnya, tetapi beroperasi dalam kondisi “khusus” di tengah konflik yang sedang berlangsung. Pernyataan tersebut muncul di tengah laporan mengenai gangguan lalu lintas kapal tanker minyak di kawasan tersebut.
Baca Juga
Reasuransi Dunia Naikkan Premi untuk Kapal yang Melintas Selat Hormuz
Eskalasi konflik juga terjadi di darat. Militer Israel mengumumkan telah melancarkan operasi darat terbatas dan terarah terhadap kelompok Hezbollah di wilayah Lebanon selatan. Operasi tersebut memicu evakuasi besar-besaran, dengan laporan bahwa ratusan ribu warga telah meninggalkan daerah tersebut untuk menghindari pertempuran.
Sementara itu, di Iran, laporan media pemerintah menyebutkan terdengar sejumlah ledakan keras di Teheran, dengan asap terlihat membumbung di beberapa bagian kota setelah serangan terbaru. Konflik ini juga berdampak pada negara lain di kawasan, setelah sebuah rudal menghantam sebuah kendaraan di Abu Dhabi, menewaskan satu orang.
Ketegangan geopolitik ini mulai berdampak pada pasar energi global. Para menteri energi Uni Eropa dijadwalkan menggelar pertemuan untuk membahas langkah-langkah menahan lonjakan biaya energi yang dipicu oleh konflik tersebut.
Harga minyak dunia pada perdagangan terbaru bahkan melonjak ke level tertinggi sejak Juli 2022, sementara harga bahan bakar di Amerika Serikat juga meningkat tajam. Harga bensin AS kini berada di level tertinggi sejak Oktober 2023, dengan harga diesel mendekati US$5 per galon.
Lonjakan harga energi tersebut mempertegas kekhawatiran pasar bahwa konflik di Timur Tengah, khususnya yang melibatkan Iran dan jalur energi strategis Selat Hormuz, dapat memicu guncangan baru terhadap ekonomi global.

