Wall Street Melemah Dibayangi Eskalasi Ketegangan AS–Iran, Nasdaq Akhiri Reli Panjang
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id - Pasar saham Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan Senin waktu AS atau Selasa (21/4/2026) WIB, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang kembali membayangi sentimen investor global.
Indeks S&P 500 turun 0,24% ke level 7.109,14, sementara Nasdaq Composite terkoreksi 0,26% menjadi 24.404,39—sekaligus mengakhiri reli 13 hari berturut-turut, yang merupakan tren kenaikan terpanjang sejak 1992. Adapun Dow Jones Industrial Average melemah tipis 0,01% ke 49.442,56.
Baca Juga
Pasar Salah Baca Perang Iran: Euforia Hormuz Berujung Jebakan
Di sisi lain, indeks saham berkapitalisasi kecil Russell 2000 justru menguat 0,58% ke level 2.792,96, mencetak rekor penutupan tertinggi sepanjang masa, bahkan sempat menyentuh level intraday tertinggi baru.
Tekanan pasar muncul setelah eskalasi konflik antara Washington dan Teheran kembali meningkat. Presiden Donald Trump menyatakan bahwa militer AS telah menembaki dan menyita kapal kargo berbendera Iran di Teluk Oman. Langkah ini diambil setelah Iran menolak mengikuti putaran lanjutan perundingan damai di Pakistan.
Trump juga menegaskan bahwa kapal tersebut berada di bawah sanksi Departemen Keuangan AS karena aktivitas ilegal sebelumnya. Dalam pernyataan terpisah, ia kembali mengancam akan menghancurkan fasilitas vital Iran jika tidak tercapai kesepakatan damai, sementara masa gencatan senjata diperkirakan berakhir pekan ini.
Kondisi tersebut mendorong lonjakan harga minyak. Minyak mentah WTI naik 6,87% ke US$89,61 per barel, sedangkan Brent melonjak 5,64% ke US$95,48 per barel.
Baca Juga
Para trader kesulitan untuk sepenuhnya memperhitungkan skenario terburuk dari perang, mengingat pemulihan saham sangat tajam dari wilayah yang mendekati koreksi ke level tertinggi sepanjang masa.
Meski demikian, sebagian pelaku pasar menilai dampak konflik mulai berkurang. Kepala strategi ekuitas di Aptus Capital Advisors, David Wagner, menyatakan bahwa pasar mulai menganggap konflik dengan Iran sebagai faktor yang “sudah berlalu” dalam penilaian risiko. “Perang dengan Iran kini sudah berlalu bagi pasar,” kata David Wagner, kepada CNBC.
Di tengah tekanan geopolitik, sektor teknologi justru menunjukkan ketahanan. ETF iShares Expanded Tech-Software Sector ETF menguat lebih dari 1%, mencerminkan optimisme terhadap prospek pertumbuhan laba perusahaan.
Sebelumnya, Wall Street mencatatkan pekan yang kuat, dengan S&P 500 dan Nasdaq mencetak rekor tertinggi sepanjang masa setelah Iran sempat membuka kembali Selat Hormuz. Namun, pembatasan kembali jalur tersebut oleh Iran memicu ketidakpastian baru, terutama karena AS tetap mempertahankan blokade hingga tuntutannya dipenuhi.
Wagner menilai reli pasar masih berpotensi berlanjut, didorong oleh pertumbuhan laba dan ekspansi valuasi yang dinilai masih solid dalam jangka pendek.

