AS–Iran di Ambang Konflik Baru, Harga Minyak Naik Tajam
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id - Harga minyak dunia melonjak signifikan pada awal pekan setelah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran menyusul serangan terhadap kapal komersial di Selat Hormuz.
Baca Juga
Dikutip dari CNBC, Selasa (21/4/2026), minyak mentah WTI ditutup naik hampir 7% ke level US$89,61 per barel, sementara Brent melonjak lebih dari 5% menjadi US$95,48 per barel.
Lonjakan harga terjadi setelah militer AS menembaki dan menyita kapal kontainer Iran di Teluk Oman. Presiden Donald Trump menyebut kapal tersebut mencoba menembus blokade laut AS terhadap pelabuhan Iran.
Insiden itu terjadi setelah Iran lebih dulu menyerang kapal tanker di Selat Hormuz. Menurut laporan otoritas maritim Inggris, kapal cepat Garda Revolusi Iran melepaskan tembakan, sementara sebuah kapal kontainer terkena proyektil tak dikenal.
Kepala strategi komoditas ING, Warren Patterson, menyebut harga minyak kembali “terombang-ambing” oleh dinamika geopolitik di Timur Tengah.
“Perkembangan di Timur Tengah, yang tampaknya merupakan deeskalasi dengan cepat berubah menjadi reeskalasi,” tulis Warren Patterson, dalam sebuah catatan seperti dikutip CNBC.
Trump kembali memperingatkan akan menghancurkan fasilitas vital Iran jika tidak tercapai kesepakatan damai. Ia juga menyebut serangan Iran sebagai pelanggaran total terhadap gencatan senjata.
Baca Juga
Trump Ancam “Hancurkan Iran” Jika Gagal Deal, Negosiasi Mandek
Meski sebelumnya direncanakan akan ada perundingan lanjutan di Islamabad, Iran menolak hadir dengan alasan blokade AS masih berlangsung.
Padahal, pada akhir pekan lalu kedua negara sempat terlihat mendekati kesepakatan setelah Iran membuka Selat Hormuz. Namun keputusan itu segera dibalik setelah Washington menolak mencabut blokade, membuat Teheran kembali menutup akses pelayaran.

