Yield USTreasury Naik Imbas Penurunan Klaim Pengangguran AS
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id - Imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat naik pada Kamis (16/4/2026), didorong oleh data klaim pengangguran yang lebih baik dari perkiraan serta meningkatnya tekanan politik terhadap bank sentral.
Baca Juga
Klaim Pengangguran Turun, Pasar Tenaga Kerja AS Masih Stabil di Tengah Ketidakpastian Global
Dikutip dari CNBC, yield obligasi acuan (treasury) AS 10 tahun meningkat lebih dari 3 basis poin menjadi 4,311%, sedangkan yield Treasury 2 tahun—yang sensitif terhadap kebijakan suku bunga—naik ke 3,778%. Yield obligasi 30 tahun juga meningkat ke 4,937%.
Data dari Departemen Tenaga Kerja menunjukkan klaim pengangguran mingguan turun menjadi 207.000, lebih rendah dari perkiraan 215.000, mencerminkan ketahanan pasar tenaga kerja.
Namun, ketidakpastian meningkat setelah Presiden Donald Trump kembali menyerang Ketua Federal Reserve, Jerome Powell. Trump bahkan mengancam akan memecat Powell jika ia tidak mundur setelah masa jabatannya sebagai ketua berakhir.
Powell dijadwalkan mengakhiri masa jabatan sebagai ketua pada 15 Mei, namun masih memiliki sisa dua tahun sebagai anggota dewan gubernur. Trump telah menunjuk Kevin Warsh sebagai calon pengganti.
Tekanan juga datang dari risiko ekonomi akibat konflik Iran. Laporan “Beige Book” dari Federal Reserve menunjukkan meningkatnya ketidakpastian bisnis di tengah perang.
Baca Juga
The Fed Tahan Suku Bunga di Tengah Perang AS-Israel vs Iran dan Inflasi yang Memburuk
Presiden The Fed New York, John Williams, memperingatkan bahwa konflik dapat memicu “shock pasokan” yang mendorong inflasi sekaligus menekan pertumbuhan ekonomi.
“Konflik tersebut juga dapat mengakibatkan guncangan pasokan besar dengan efek nyata yang secara bersamaan meningkatkan inflasi — melalui lonjakan biaya perantara dan harga komoditas — dan meredam aktivitas ekonomi. Hal ini sudah mulai terjadi,” kata Williams dalam pidatonya.
Investor mengkhawatirkan dampak lonjakan harga energi serta potensi gangguan di Selat Hormuz, jalur vital distribusi minyak global.

