Klaim Pengangguran AS Melonjak, Yield Treasury Tertekan
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id - Imbal hasil obligasi pemerintah AS turun pada Kamis (11/12/2025). Investor mencermati pemangkasan suku bunga terbaru Federal Reserve dan mempertimbangkan kondisi ekonomi AS.
Baca Juga
Yield Obligasi AS Merosot Setelah Pemangkasan Suku Bunga The Fed
Imbal hasil Treasury tenor 10 tahun turun lebih dari 2 basis poin menjadi 4,135%, sementara imbal hasil 2 tahun turun lebih dari 4 basis poin menjadi 3,524%. Imbal hasil 30 tahun turun 1 basis poin ke 4,786%.
Yield tetap tertekan setelah klaim pengangguran mingguan melonjak. Departemen Tenaga Kerja melaporkan bahwa klaim tunjangan pengangguran untuk pekan yang berakhir 6 Desember 236.000, meningkat 44.000 dari pekan sebelumnya dan melampaui perkiraan Dow Jones sebesar 223.000.
Investor masih menilai dampak dari keputusan The Fed pada Rabu, ketika Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,5%-3,75%. Keputusan ini memunculkan perbedaan pandangan, dengan tiga anggota memberikan suara “tidak,” jumlah dissent terbanyak sejak September 2019.
Baca Juga
Klaim Pengangguran AS Bertambah 44.000, Lonjakan Terbesar dalam 4,5 Tahun
Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan bank sentral berada pada posisi yang baik untuk “wait and see” perkembangan ekonomi, sembari menegaskan bahwa laju pemangkasan suku bunga ke depan akan lebih lambat. The Fed memproyeksikan hanya satu kali pemangkasan suku bunga pada 2026.
“Dissent dari tiga anggota menunjukkan keputusan pemangkasan ini lebih hawkish dibanding pemangkasan pada September,” tulis Eugenio Aleman, kepala ekonom Raymond James, seperti dikutip CNBC. Ia menambahkan bahwa meski proyeksi menunjukkan satu pemangkasan tahun depan, arah kebijakan tetap akan bergantung pada data ekonomi.

