Klaim Pengangguran Turun, Pasar Tenaga Kerja AS Masih Stabil di Tengah Ketidakpastian Global
Poin Penting
|
WASHINGTON, investortrust.id - Jumlah klaim tunjangan pengangguran di Amerika Serikat kembali menurun, menunjukkan pasar tenaga kerja relatif tangguh meski ketidakpastian global meningkat akibat perang Iran.
Baca Juga
Payroll AS Melonjak di Atas Ekspektasi, tapi Pasar Tenaga Kerja Masih Rapuh
Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan, klaim pengangguran untuk pekan yang berakhir 11 April turun 11.000 menjadi 207.000, dari sebelumnya 218.000. Angka ini lebih rendah dari ekspektasi analis yang disurvei oleh FactSet sebesar 217.000, sekaligus masih berada dalam kisaran stabil beberapa tahun terakhir, dikutip dari AP, Jumat (17/4/2026).
Klaim pengangguran kerap dipandang sebagai indikator real-time kondisi PHK di AS. Data terbaru ini mengindikasikan perusahaan masih menahan gelombang pemutusan hubungan kerja meski tekanan ekonomi global meningkat.
Perang Iran yang telah memasuki pekan ketujuh menambah ketidakpastian terhadap prospek ekonomi global, meskipun Washington dan Teheran telah menyepakati gencatan senjata sementara.
Dampaknya terasa pada harga energi. Harga minyak kini stabil di kisaran US$92 per barel—turun dari puncak US$112 pekan lalu—namun masih sekitar 37% lebih tinggi dibanding sebelum konflik. Lonjakan harga bahan bakar juga mendorong inflasi, dengan inflasi tahunan AS mencapai 3,3% pada Maret, naik dari 2,4% di Februari.
Kondisi ini memperkecil peluang penurunan suku bunga oleh bank sentral Federal Reserve dalam waktu dekat, mengingat inflasi masih di atas target 2%.
Sebelumnya, The Fed telah menaikkan suku bunga tiga kali hingga akhir 2025 untuk merespons pelemahan pasar tenaga kerja, namun sejauh ini menahan langkah pelonggaran pada 2026.
Baca Juga
Risalah FOMC: The Fed Masih Buka Peluang Pangkas Suku Bunga Tahun Ini
Di sisi ketenagakerjaan, ekonomi AS menambah 178.000 lapangan kerja pada Maret, dengan tingkat pengangguran turun menjadi 4,3%.
Namun revisi data sebelumnya, menunjukkan adanya tekanan, termasuk pengurangan 69.000 pekerjaan dari data Desember dan Januari.
Sejumlah perusahaan besar seperti Morgan Stanley, Amazon, UPS, dan Block juga dilaporkan melakukan pemangkasan tenaga kerja dalam beberapa waktu terakhir.
Secara keseluruhan, pasar tenaga kerja AS saat ini berada dalam kondisi “low-hire, low-fire”—perekrutan rendah namun PHK juga terbatas—yang menjaga tingkat pengangguran tetap rendah, tetapi menyulitkan pencari kerja mendapatkan pekerjaan baru.

