PSAK 117 Ungkap Profit Lebih Akurat, Laba Tugu Insurance (TUGU) Tetap Naik Signifikan
JAKARTA, investortrust.id – PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) atau Tugu Insurance membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 711,06 miliar pada 2025, naik 77% dibandingkan tahun sebelumnya (year on year/yoy).
Pertumbuhan itu diraih perseroan, Peraturan Standard Akuntansi Keuangan (PSAK) baru yakni PSAK 117 yang mengadopsi IFRS 17 telah diimplementasikan.
Menurut Presiden Direktur Tugu Insurance Adi Pramana, penerapan PSAK 117 yang mulai diimplementasikan secara penuh, membangun profil kinerja yang lebih transparan dan berbasis nilai ekonomi.
Pasalnya, standar akuntansi baru tersebut mengubah pendekatan pengakuan pendapatan dan beban, sehingga memberikan gambaran yang lebih akurat terhadap profitabilitas perusahaan.
“Pencapaian laba bersih Tugu Insurance di sepanjang 2025 mencerminkan penguatan fundamental bisnis, di tengah perubahan lanskap industri, termasuk tantangan regulasi,” ungkapnya dikutip Senin (13/4/2026).
Baca Juga
Tugu Insurance Profit Surges 77% as Energy-Linked Portfolios Drive Massive 2025 Gains
Ditemui saat penyelenggaraan Media Meet Up, Adi memaparkan bahwa perolehan laba bersih perseroan ditopang oleh pertumbuhan hasil jasa asuransi yang meningkat signifikan sebesar 39,1% secara tahunan (yoy) menjadi Rp 1,02 triliun.
“Kenaikan ini mengindikasikan perbaikan kualitas underwriting serta optimalisasi portofolio bisnis,” ujar Adi.
Dia juga menyampaikan bahwa perseroan mencatatkan pendapatan jasa asuransi sebesar Rp 9,11 triliun sepanjang 2025, meningkat 22,12% (yoy). Kinerja ini didukung oleh optimalisasi portofolio pada lini bisnis asuransi fire & property, offshore, dan aviation.
“Sedangkan dari sisi neraca, total aset perseroan tercatat sebesar Rp 27,71 triliun, sementara total ekuitas mencapai Rp 10,17 triliun dengan risk based capital (RBC) pada level 410,9%, jauh di atas ketentuan minimum regulasi sebesar 120%,” tambah Adi.
Baca Juga
Di sisi lain, Direktur Keuangan & Layanan Korporat Fitri Azwar turut menjelaskan bahwa pendapatan investasi menjadi salah satu pendorong utama dengan pertumbuhan mencapai 61% (yoy). Hal ini dinilai menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan momentum pasar keuangan secara efektif.
“Adapun pendapatan operasional lainnya dari anak perusahaan tercatat relatif stabil di Rp 542,52 miliar dan memberikan kontribusi yang menjaga keseimbangan struktur pendapatan secara keseluruhan,” ujar Fitri.
Perseroan juga memastikan keberlanjutan bisnis turut mengedepankan komitmen implementasi ESG melalui program CSR Bakti TUGU. Sepanjang tahun lalu, anak usaha PT Pertamina (Persero) ini telah melaksanakan penanaman 10,800 benih mangrove di Pulau Panggang.
Kemudian perseroan mengumpulkan dan memanfaatkan 1,7 ton limbah tekstil, serta meningkatkan jumlah literasi asuransi ke berbagai sekolah, universitas dan komunitas.

