OJK: Momen Ramadan dan Lebaran 2026 Jadi Motor Utama Pertumbuhan Industri Pergadaian
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai bahwa periode Ramadan hingga menjelang Lebaran merupakan momentum krusial yang secara konsisten memacu pertumbuhan penyaluran pembiayaan di industri pergadaian nasional.
Tren positif ini didorong oleh siklus tahunan di mana aktivitas konsumsi masyarakat meningkat tajam, sehingga kebutuhan akan likuiditas cepat menjadi prioritas utama di berbagai lapisan konsumen.
Kepala Eksekutif Pengawas PVML OJK, Agusman, mengungkapkan bahwa data historis menunjukkan pola pertumbuhan yang stabil di periode serupa. Sebagai gambaran, penyaluran pembiayaan perusahaan pergadaian pada Maret 2024 tumbuh 1,78% secara month to month (mtm), sementara pada Maret 2025 tercatat naik sebesar 1,66% (mtm).
“Hal ini menunjukkan periode Ramadan hingga menjelang Lebaran menjadi momentum pertumbuhan penyaluran pembiayaan, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan gadai,” ujar Agusman dalam keterangan tertulisnya dikutip Rabu (18/3/2026).
Baca Juga
OJK Perkuat Ekosistem UMKM Nasional Lewat Integrasi Rantai Pasok
Meskipun saat ini industri keuangan menghadapi disrupsi dari pesatnya perkembangan pembiayaan digital, OJK memperkirakan sektor pergadaian konvensional akan tetap tumbuh positif.
Karakteristik produk gadai yang menawarkan alternatif pembiayaan berbasis agunan dinilai masih sangat relevan karena kemudahan aksesnya bagi masyarakat yang membutuhkan dana darurat tanpa prosedur yang rumit. Daya tarik industri ini juga tercermin dari tingginya minat pelaku usaha baru; di mana pada periode 1 Desember 2025 hingga 12 Januari 2026 saja, terdapat 165 entitas yang mengajukan izin usaha.
Hingga Januari 2026, total perusahaan pergadaian yang telah resmi mengantongi izin OJK mencapai 223 perusahaan. Ekspansi sektor ini tidak hanya terlihat dari sisi kuantitas pemain baru, tetapi juga peningkatan skala bisnis pemain lama. Agusman menambahkan bahwa saat ini terdapat dua perusahaan pergadaian yang tengah dalam proses meningkatkan lingkup usahanya menjadi skala nasional.
Langkah strategis tersebut dilakukan “dengan tetap mempertimbangkan aspek permodalan, tata kelola, dan kesiapan operasional” guna memastikan keberlanjutan industri di masa depan.

