BTN (BBTN) Bakal Rilis “Pay Later” di Triwulan I 2026
JAKARTA, investortrust - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN (BBTN) bersiap meluncurkan layanan buy now pay later (BNPL) atau pay later pada triwulan I 2026.
Direktur Consumer Banking BTN Hirwandi Gafar mengungkapkan, produk ini menjadi bagian dari strategi penguatan layanan ritel pihaknya dalam kerangka beyond mortgage serta perluasan layanan berbasis siklus hidup (life cycle) nasabah.
“Bagian dari BTN untuk melengkapi produk-produknya dan itu bagian dari beyond mortgage, juga kita masuk kepada lifecycle-nya daripada konsumen BTN, tentu BNPL kemudian kartu kredit dan kredit kendaraan bermotor, itu bagian dari yang kita harus penuhi,” ujarnya, dalam Konferensi Pers Paparan Kinerja Tahun 2025 BTN, di Jakarta, Senin (9/2/2026).
Baca Juga
Mau Tahu Kelanjutan Rencana BTN Akuisisi Perusahaan Asuransi? Ini Kata Bos BTN
Menurut Hirwandi, peluncuran BNPL mernjadi tahap awal dari rangkaian produk konsumer yang akan dirilis BTN sepanjang 2026. Saat ini, layanan BNPL telah mengantongi persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan tengah berproses di Bank Indonesia (BI).
“Yang paling siap untuk pertama kali nanti BNPL itu di triwulan I ini (2026), karena kita alhamdulillah sudah mendapatkan persetujuan dari OJK. Ini lagi berproses di BI,” katanya.
Setelah BNPL, BTN akan melanjutkan peluncuran produk kredit kendaraan bermotor (KKB). Sementara itu, kartu kredit BTN direncanakan akan meluncur pada penghujung 2026.
”Kemudian yang kedua itu nanti kredit kendaraan bermotor. Dan terakhir nanti mungkin di penghujung tahun (2026) kita akan launching untuk yang kartu kredit,” ucap Hirwandi.
Baca Juga
Ditopang Hal Ini, Laba Bersih BTN (BBTN) Meningkat 16,4% Jadi Rp 3,5 Triliun di 2025
Dari sisi manajemen risiko, lanjut dia, BTN akan memfokuskan penyaluran produk-produk konsumer baru tersebut kepada nasabah yang telah memilki hubungan dengan BTN, baik sebagai nasabah yang menabung maupun debitur kredit pemilikan rumah (KPR).
“Terkait dengan risiko, tentu kita adalah penetrasi kepada existingcustomer yang dimiliki BTN, baik itu nasabah funding maupun debitur yang KPR,” ujar Hirwandi.

