OJK: 'Unit Link; Berpotensi Tumbuh Bertahap dan Terukur, 'Endowment' Punya Prospek Baik
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkirakan kinerja produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau unit link masih berada dalam tahap penyesuaian, sementara produk asuransi tradisional seperti endowment dinilai memiliki prospek yang baik.
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) OJK Ogi Prastomiyono mengungkapkan, pendapatan premi unit link pada November 2025 tercatat Rp 39,13 triliun atau sekitar 23,87% dari total premi asuransi jiwa. Namun, klaim untuk produk ini mencapai Rp 54,76 triliun atau 40,87% dari total klaim.
“Kondisi ini mencerminkan bahwa proses penyesuaian pada produk unit link masih berlangsung, baik dari sisi desain produk, pengelolaan investasi, maupun perilaku pemegang polis,” ujarnya, dalam jawaban tertulis belum lama ini.
Baca Juga
Masih Punya Prospek, Produk Unit Link Teranyar Generali Indonesia Dirilis
Memasuki tahun 2026, lanjut Ogi, kinerja unit link berpotensi tumbuh secara bertahap dan terukur sepanjang didukung oleh perbaikan kualitas pengelolaan produk oleh perusahaan asuransi jiwa.
“OJK mendorong perusahaan asuransi jiwa untuk meningkatkan transparansi manfaat dari risiko, memastikan kesesuaian produk dengan profil nasabah, serta menerapkan pengelolaan investasi yang prudent,” katanya.
Menurut Ogi, pendekatan tersebut menjadi kunci untuk memulihkan kepercayaan dan menjaga keberlanjutan produk unit link. Terkait rencana penambahan produk unit link di 2026, OJK menyatakan fokus utama bukan pada kuantitas produk, melainkan pada kualitas, tata kelola, dan perlindungan konsumen.
“Setiap pengembangan atau penawaran produk baru tetap harus memenuhi ketentuan yang berlaku, termasuk aspek manajemen risiko, transparansi, dan menjaga keberlanjutan produk unit link,” ucapnya.
Baca Juga
OJK: Premi Asuransi Jiwa Masih Ditopang Produk Tradisional, Unit Link dalam Fase Penyesuaian
Sementara itu, untuk produk asuransi tradisional seperti endowment (dwiguna), OJK menilai produk ini masih memiliki prospek yang baik dan tetap diminati masyarakat, khususnya oleh nasabah yang mengutamakan kepastian manfaat.
“Pergeseran preferensi sebagian nasabah dari unit link ke endowment yang terjadi sebelumnya merupakan bagian dari dinamika pasar,” ujar Ogi.
Ke depan, kata dia, kedua jenis produk tersebut dapat tumbuh secara berdampingan, sepanjang perusahaan asuransi mampu menyelaraskan pengembangan produk dengan kebutuhan dan profil risiko nasabah secara tepat.

