Investortrust Best Unit Link Awards 2025, 106 Produk Unit Link dari 24 Perusahaan Jadi Unggulan
JAKARTA, Investortrust.id - Sebanyak 106 Produk Asuransi yang Dikaitkan dengan Investasi (PAYDI) atau unit link dari 24 perusahaan mampu menunjukkan kinerja ciamik di tengah situasi pasar yang fluktuatif, sehingga layak menerima penghargaan pada ajang Best Unit Link Awards 2025. Produk – produk unit link tersebut berhasil lolos pada tahap seleksi yang fokus pada unsur investasi, termasuk meliputi tingkat optimalitas kinerja investasi dari sisi imbal hasil dan risiko fluktuasi.
Best Unit Link Award 2025 diselenggarakan pada Selasa (25/2/2025) oleh portal data dan berita ekonomi independen Investortrust.id, bekerja sama dengan PT Infovesta Utama.
Primus Dorimulu, Chief Executive Officer PT Investortrust Indonesia Sejahtera (Investortrust.id) mengatakan, gelaran Best Unit Link Awards 2025 yang digelar oleh Investortrust.id dan Infovesta merupakan dukungan terhadap upaya peningkatan kinerja dan kualitas produk unit link di Indonesia.
Di sisi lain Investortrust.id juga mendukung dan mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan atas peran kunci mereka dalam meningkatkan kualitas dan standar industri asuransi jiwa.
“Kerangka regulasi dan panduan yang diberikan oleh OJK, khususnya lewat Surat Edaran OJK No 5 Tahun 2022 tentang. Produk Asuransi Yang Dikaitkan Dengan Investasi (SEOJK PAYDI) telah memainkan peran penting dalam membangun kepercayaan dan keyakinan di kalangan konsumen, sekaligus mempromosikan industri yang sehat dan kompetitif,” ujar Primus Dorimulu.
Sementara itu, Ane Husnu Diniah selaku Direktur PT Infovesta Utama mengungkapkan, hasil dari Best Unit Link Awards 2025 diharapkan bisa menjadi pemacu bagi para pelaku industri, sekaligus benchmarking agar pelaku industri bisa terus meningkatkan performa produk unit link yang diterbitkan.
“Lewat ajang Best Unit Link Awards 2025 para pelaku industri dan masyarakat pada umumnya diharapkan bisa menjadikan acara ini sebagai acuan untuk menilai kinerja sebuah PAYDI atau unit link. Best Unit Link Award 2025 juga diharapkan bisa kembali meningkatkan kepercayaan publik pada produk perlindungan yang dilengkapi dengan alokasi investasi ini, sehingga bisa kembali memperbesar porsi pendapatan premi dari unit link pada pendapatan premi asuransi jiwa,” kata Ane Husnu Diniah.
Pemenang Penghargaan
Di ajang Best Unit Link Awards 2025, sebanyak 24 perusahaan lewat 106 produk unit link yang dilansirnya telah berhasil membuktikan komitmen mereka untuk memberikan produk perlindungan sekaligus investasi yang memuaskan bagi nasabah.
Sebanyak 33 produk unit link berhasil menjadi penerima penghargaan untuk kategori saham, diikuti 25 produk yang menerima penghargaan di kategori campuran, serta 27 produk menerima penghargaan di kategori pendapatan tetap. Sementara itu untuk kategori pasar uang sebanyak 21 produk unit link dinyatakan berhak menerima penghargaan.
Pada tahun ini PT Asuransi Jiwa Central Asia Raya tercatat menjadi perusahaan penerbit unit link yang mampu memborong penghargaan terbanyak, dengan memborong 24 penghargaan di sejumlah kategori. Sebanyak 24 penghargaan diraih oleh 10 produk yang diterbitkan PT Asuransi Jiwa Central Asia Raya.
Berikutnya PT Panin Dai-ichi Life tercatat menjadi perusahaan asuransi jiwa dengan penghargaan terbanyak kedua, dengan merangkum 9 penghargaan dari 4 produk unit link miliknya.
Panggung juga diisi oleh PT Asuransi Simas Jiwa dan PT Asuransi Allianz Life Indonesia, serta PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk yang menempati posisi ketiga perusahaan asuransi jiwa peraih penghargaan terbanyak, yang berhasil merangkum 7 penghargaan. PT Asuransi Simas Jiwa meraih 7 penghargaan pada 6 produk unit link yang dilansirnya. Sementara PT Asuransi Allianz Life Indonesia juga berhasil merangkum 7 penghargaan dari 5 produk unit link-nya.
Selanjutnya PT Asuransi Jiwa Astra (Astra Life), PT BNI Life Insurance juga tampil gemilang pada penghargaan tahun ini setelah berhasil menyabet 6 penghargaan.
Sementara PT AXA Financial Indonesia, PT Prudential Life Assurance, dan PT Tokio Marine Life Insurance Indonesia harus berbagi panggung untuk perusahaan asuransi jiwa yang sama-sama berhasil meraih 5 penghargaan di berbagai kategori.
Dan berikutnya PT Avrist Assurance menjadi satu-satunya perusahaan yang mampu mendapatkan 4 penghargaan.
Sedangkan PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia dan PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) tercatat menjadi perusahaan yang mampu meraih masing-masing 3 penghargaan.
Diikuti PT AXA Mandiri Financial Services, PT Asuransi Jiwa Starinvestama (Starlife), PT Equity Life Indonesia, PT Sun Life Financial Indonesia, yang masing-masing mampu merebut dua penghargaan pada sejumlah kategori berbeda.
Last but not least, PT AIA Financial, PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia, PT Asuransi Jiwa Syariah Bumiputera, PT Chubb Life Insurance Indonesia, PT FWD Insurance Indonesia, PT PFI Mega Life Insurance, dan PT Zurich Topas Life tak mau ketinggalan untuk hadir di panggung, dengan masing- masing berhasil mendapatkan satu penghargaan.
Proses penilaian
Sebelum masuk ke dalam metode perhitungan, seleksi dilakukan agar produk unit link yang menjadi jawara dapat menjadi kualitas terbaik. Adapun kriteria seleksi awal dalam yakni produk unit link sudah berumur minimal 3 tahun. tidak mengikutsertakan produk dengan kinerja yang anomali, dan produk tidak pernah atau tidak sedang memiliki mengalami masalah hukum berdasarkan keputusan resmi dalam 3 tahun terakhir.
Dalam Best Unit Link Awards, terdapat 5 jenis kategorisasi pemeringkatan yakn Kategori Unit Link Pasar Uang, Kategori Unit Link Pendapatan Tetap IDR, Kategori Unit Link Pendapatan Tetap USD, Kategori Unit Link Campuran, dan Kategori Unit Link Saham.
Dari setiap kategorisasi pemeringkatan tersebut, dibedakan atas beberapa periode penilaian yakni Periode penilaian 3 tahun (Kategori Jenis Pasar Uang, Pendapatan Tetap IDR & USD, dan Campuran), Periode penilaian 5 tahun (Kategori Jenis Pasar Uang, Pendapatan Tetap IDR & USD, dan Campuran), Periode penilaian 7 tahun (Kategori Pendapatan Tetap IDR & USD, dan Campuran), dan Periode penilaian 10 tahun (Kategori Jenis Saham).
Dari setiap periode penilaian tersebut, akan dipilih pemenang 3 terbaik dari setiap kategori. Adapun indikator pemeringkatan yang digunakan adalah Total Return, Modified Sharpe Ratio, dan Downside Risk.
Total Return menunjukkan pencapaian hasil pengelolaan atas portofolio investasi Unit Link oleh suatu perusahaan asuransi selama periode tertentu yang terlihat dari perubahan harga produk Unit Link sejak periode awal hingga akhir pengamatan.
Tujuan annualized return adalah agar dapat disejajarkan dengan tingkat bunga bebas risiko (risk free) yang didapatkan dengan menggunakan rata-rata suku bunga simpanan yang dikeluarkan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) setelah pajak dalam periode pengamatan yang sama.
Berikutnya Modified Sharpe Ratio merupakan modifikasi terhadap metode Sharpe Ratio yang menilai tingkat optimalisasi kinerja investasi yang terukur dari hasil perbandingan antara imbal hasil (return) terhadap risiko fluktuasi harga (risk). Tingkat fluktuasi harga tercermin pada nilai Standar Deviasi yang mencerminkan besarnya penyimpangan terhadap nilai rata-rata kinerja historis suatu produk Unit Link selama periode pengamatan.
Ketiga, Downside Risk merupakan metode pengukuran risiko yang secara spesifik hanya mengukur risiko saat kinerja produk Unit Link mencatat hasil negatif atau di bawah target return yang diharapkan (minimum acceptable return) di mana kami menetapkan angka tersebut sebesar 0%. Semakin kecil downside risk, maka semakin kecil potensi tingkat tekanan terhadap kinerja produk Unit Link saat mengalami fluktuasi pasar.
Mekanisme pemeringkatan dilakukan melalui pemberian skor di mana nilai indikator tertinggi akan mendapatkan skor tertinggi berdasarkan jumlah populasi di setiap kelompok pemeringkatan. Selanjutnya, perhitungan total skor ditentukan berdasarkan nilai rata-rata tertimbang dari bobot tiap indikator di mana Total Return sebesar 40%, Modified Sharpe Ratio sebesar 40% dan Downside Risk sebesar 20%.

