Masih Punya Prospek, Produk Unit Link Teranyar Generali Indonesia Dirilis
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Meski tren premi dari produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau unit link secara industri cenderung lesu, tapi segmen pasar dan peminatnya masih tetap ada.
Apalagi bagi mereka yang menginginkan proteksi plus potensi imbal hasil investasi. Oleh karena itu, PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia (Generali Indonesia) meluncurkan produk unit link teranyar bernama GEN Prime Link.
President Director and CEO Generali Indonesia Rebecca Tan mengungkapkan, produk ini menawarkan proteksi hingga usia 99 tahun dengan masa bayar singkat, dan alokasi dana diinvestasikan seluruhnya tanpa potongan biaya asuransi serta tanpa memengaruhi nilai perlindungan.
“Kami percaya bahwa setiap rencana serta tujuan hidup layak diperjuangkan, dan fondasinya adalah finansial yang kuat,” ujarnya, di Jakarta, Jumat (30/1/2026).
Baca Juga
Perkuat Distribusi dan Jangkauan, Generali Indonesia Resmikan Kantor Keagenan Baru di Yogyakarta
Menurut Rebecca, produk baru ini juga memberikan bonus manfaat asuransi hingga 200% dari premi dasar berkala tahun pertama. Dengan berbagai fitur inovatif itu, bisa menjadi solusi untuk membantu nasabah mencapai segala tujuan finansial dan rencana masa depan.
“Inovasi Generali Indonesia selalu berangkat dari kebutuhan nyata nasabah, karena kami terus berupaya menghadirkan proteksi asuransi yang relevan dan reliable,” katanya.
Selain proteksi jiwa, GEN Prime Link juga dilengkapi dengan manfaat asuransi kesehatan tambahan, mulai dari rawat inap, rawat jalan, asuransi tambahan penyakit kritis, dan lainnya.
Baca Juga
Untuk alokasi investasi, juga menawarkan berbagai pilihan fund yang dapat disesuaikan dengan profil risiko nasabah, mulai dari cash fund, fixed income, dan equity fund.
“Di tengah peluang pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya kebutuhan proteksi, Generali Indonesia ingin menjadi lifetime partner yang selalu siap mendampingi,” ucap Rebecca.
“Gen Prime Link kami hadirkan sebagai produk yang memberikan kepastian proteksi, peluang investasi, dan ketenangan hati, karena masa depan yang kuat berawal dari keputusan finansial yang tepat hari ini, sekarang saatnya,” sambung dia.
Terlepas dari itu, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkap, pendapatan premi dari lini PAYDI tercatat sebesar Rp 39,13 triliun, atau sekitar 23,87% dari total premi asuransi jiwa. Sementara klaimnya mencapai Rp 54,76 triliun atau mencapai 40,87% dari total klaim industri.

