Bitcoin Naik di Tengah Ekspektasi Fed Dovish, Pasar Bidik Level US$ 100.000
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Bitcoin naik 1,17% dalam 24 jam terakhir ke US$91.415 pada Jumat (28/11/2025) pagi, menandai pemulihan setelah tekanan jual yang cukup kuat dua pekan terakhir. Kenaikan ini didorong bertahannya level teknikal penting, berkurangnya tekanan jual institusional, dan meningkatnya ekspektasi kebijakan moneter yang lebih dovish dari Federal Reserve.
Dari sisi teknikal, Bitcoin kembali bertahan di atas MA 200 hari di kisaran US$90.157, level historis yang kerap menjadi penentu arah pasar. Saat ini fokus bergeser ke area US$ 92.000 yang dianggap menjadi sinyal awal penguatan menuju target jangka pendek di sekitar US$100.000–US$102.500.
Menurut Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, pemulihan ini bukan sekadar pantulan teknikal. “Rebound Bitcoin dari MA 200 hari menunjukkan bahwa buyer, baik institusional maupun retail — masih mempertahankan kontrol di area kritis. Ini menandakan pasar melihat level tersebut sebagai fair value yang solid,” ujarnya dalam riset, Jumat (28/11/2025).
Baca Juga
Ia menekankan bahwa bertahannya struktur harga ini menjadi bukti bahwa permintaan fundamental tetap kuat meski volatilitas meningkat. Fyqieh juga menyoroti perubahan kondisi pasar yang mulai berpihak pada aset berisiko. “Sentimen makro yang semakin dovish memberi dukungan signifikan. Jika BTC terus berada di atas US$90.000, probabilitas untuk menembus US$ 100.000 hingga US$ 102.000 sangat terbuka,” jelasnya.
Menurutnya, fase pasar saat ini masuk kategori risk-on, dengan investor kembali aktif mengambil posisi setelah fase koreksi. Meski demikian, Fyqieh mengingatkan risiko yang perlu diwaspadai. “Arus keluar ETF yang masih besar, mencapai US$ 1,18 miliar dalam sepekan, adalah ancaman jangka pendek. Kalau tekanan jual ETF kembali melonjak, momentum pemulihan bisa tertahan atau bahkan berbalik,” katanya.
Ia menegaskan bahwa indikator seperti Coinbase Premium dan ETF flows harus terus dipantau untuk memastikan apakah fase distribusi institusi benar-benar mereda.
Baca Juga
Peringatan Analis: Kenaikan Bitcoin Bisa Jadi "Dead Cat Bounce"
Dari sisi makro, narasi “healthy correction” dari analis global turut meredakan kekhawatiran pasar. Fear & Greed Index yang berada di level 18 (Extreme Fear) bahkan dianggap banyak investor sebagai momen akumulasi. Ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember meningkat menjadi 85%, disertai penghentian QT dan peluang dimulainya QE kembali, faktor yang seluruhnya dapat mengalirkan likuiditas baru ke aset kripto.
Pemulihan Bitcoin saat ini didorong oleh kombinasi faktor teknikal yang solid, meredanya tekanan jual dari pelaku institusi, serta membaiknya prospek makro global. Namun, menurut Fyqieh, dinamika arus keluar dan masuk ETF masih menjadi faktor penentu dalam beberapa pekan ke depan.
“Pergerakan ETF tetap menjadi variabel paling sensitif. Jika arus keluar kembali meningkat, pemulihan bisa tertahan, tetapi stabilisasi arus dana dapat memperkuat momentum bullish,” ujarnya.
Pasar juga akan memantau kemampuan Bitcoin mempertahankan support di area US$ 90.000, sementara penutupan di atas US$ 92.000 dinilai sebagai konfirmasi bullish yang lebih kuat. Jika momentum ini berlanjut, Bitcoin berpotensi menuju target jangka pendek di kisaran US$ 98.800 hingga US$ 102.500.

