OJK Catat Pertumbuhan 'Paylater' Naik 56,26%, SPayLater Fokus Mitigasi Risiko
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja pembiayaan Buy Now Pay Later (BNPL) atau paylater tumbuh sebesar 56,26% menjadi Rp 8,56 triliun per Mei 2025. Hal ini ditanggapi salah satu layanan pembiayaan digital, yakni SPayLater Indonesia.
Mengenai hal tersebut, Direktur SPayLater Indonesia Anggie Setia Ariningsih mengatakan pihaknya akan terus melakukan mitigasi risiko dari pembayaran paylater oleh konsumen di tengah melonjaknya portofolio pengajuan pinjaman pembiayaan itu.
"Yang kami juga antisipasi dengan sangat hati-hati. Jadi meskipun portofolio-nya naik, kami juga meningkatkan monitoring mitigasi risiko yang juga semakin ketat," ucap Anggie pada acara Media Gathering: Mendorong Inklusi Keuangan Digital di Indonesia bersama SPayLater, Jakarta, Kamis (30/10/2025).
Baca Juga
Oleh sebab itu, Anggie mengklaim, SPayLater Indonesia akan tetap menjaga kualitas dari fasilitas layanan pembayaran tersebut. Hal ini dilakukan dengan terus memberikan edukasi kepada masyarakat secara terus-menerus sehingga kualitas daya beli konsumen tetap terjaga.
"Jadi kami memastikan bahwa kualitas pembiayaan tetap dijaga. Selain itu, edukasi secara terus menerus yang kami lakukan kepada masyarakat. Jadi walaupun pertumbuhannya meningkat dan daya beli masyarakat apakah turun, apakah penting, sangat penting," terangnya.
"Maka dengan itu kami tetap walaupun dia meningkat, orang mau beli, kreditnya mintanya lebih banyak. Tapi monitoring kami disini jadinya harus lebih hati-hati. Risk monitoring-nya harus sangat hati-hati dengan mitigasi risiko yang kami juga monitor itu real time," imbuh Anggie.
Baca Juga
Meski Tren Bencana Meningkat, OJK Sebut Lini Asuransi Properti dan Kendaraan Tetap Terkendali
Sebelumnya, pertumbuhan BNPL pada Mei 2025 itu tercatat melonjak jika dibandingkan dengan April 2025, yakni perusahaan pembiayaan tumbuh sebesar 47,11% menjadi 8,24 triliun per April 2025.
Sementara itu, OJK juga mencatat Non Performing Financing (NPF) gross BNPL perusahaan pembiayaan tercatat masih terjaga. Disebutkan NPF gross BNPL perusahaan pembiayaan per Mei 2025 sebesar 3,74%, atau memburuk dibandingkan posisi per April 2025 yang sebesar 3,78%.

