El Nino Ekstrem Berpotensi Tingkatkan Risiko Asuransi, OJK Dorong Industri Perkuat Mitigasi Risiko
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai fenomena El Nino ekstrem berpotensi meningkatkan risiko pada industri asuransi, terutama yang berkaitan dengan kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, serta gangguan pada sektor pertanian dan kesehatan.
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) OJK Ogi Prastomiyono mengungkapkan, peningkatan frekuensi dan tingkat keparahan risiko akibat perubahan iklim dapat berdampak langsung pada sejumlah lini usaha asuransi.
“OJK memandang fenomena El Nino ekstrem berpotensi meningkatkan risiko pada industri asuransi, khususnya terkait kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, serta gangguan pada sektor pertanian dan kesehatan,” ujarnya, menjawab pertanyaan Investortrust, dalam jawaban tertulis, Kamis (9/4/2026).
Baca Juga
Meski begitu, Ogi menyatakan bahwa industri asuransi nasional telah memiliki langkah mitigasi yang memadai. Hal ini antara lain dilakukan melalui program reasuransi, termasuk proteksi katastropik, serta pembentukan cadangan teknis yang sesuai dengan profil risiko masing-masing perusahaan.
“Industri telah memiliki mitigasi yang memadai melalui program reasuransi, termasuk proteksi katastropik serta pembentukan cadangan teknis,” katanya.
Baca Juga
Dalam menghadapi dinamika risiko tersebut, OJK juga memastikan bahwa penyesuaian tarif premi tetap dilakukan secara terukur. Kebijakan itu mempertimbangkan ketentuan yang berlaku sekaligus menjaga keseimbangan dengan daya beli masyarakat.
“OJK juga mendorong penguatan inovasi produk seperti asuransi parametrik serta koordinasi dengan pemangku kepentingan, termasuk Maipark, dalam pemutakhiran peta risiko bencana,” ucap Ogi.
Secara keseluruhan, OJK menekankan pentingnya penguatan manajemen risiko di seluruh industri bagi seluruh pelaku asuransi agar tetap resilien dalam menghadapi potensi peningkatan klaim akibat kondisi iklim ekstrem.

