Tekanan Eksternal dan Pemangkasan BI Rate Dorong Rupiah Terkoreksi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah catat pelemahan rupiah pada Rabu sore (24/9/2025). Jakarta Interbank Spot Dollar Spot (JISDOR) mencatat rupiah di posisi Rp 16.680 per US$ atau terdepresiasi -34 poin atau terkoreksi -0,26%.
Presiden Komisioner HFX Internasional Berjangka Sutopo Widodo rupiah kembali berada di bawah tekanan. Melemahnya rupiah mencerminkan gejolak sentimen global dan domestik.
“Pelemahan ini sebagian besar dipicu oleh rebound tajam pada Indeks Dolar AS setelah Ketua the Fed Jerome Powell mengambil sikap hati-hati terhadap penurunan suku bunga lebih lanjut,” ujar Sutopo, Rabu (24/9/2025).
Baca Juga
Pernyataan Jerome, menurut Sutopo, mengindikasikan jalur pelonggaran kebijakan masih belum pasti. Selain itu, pernyataan itu akan memperkuat daya tarik dolar dan mendorong investor untuk menarik modal dari aset berisiko, termasuk rupiah.
Dari dalam negeri, kondisi pergerakan rupiah terjadi karena efek keputusan Bank Indonesia (BI) memangkas BI Rate 150 basis poin (bps) sejak September 2024. Meski bertujuan untuk menopang pertumbuhan, pemangkasan BI Rate telah mengurangi daya tarik investasi di pasar keuangan domestik.
“Keseimbangan imbal hasil yang semakin melebar dengan aset AS membuat rupiah rentan terhadap arus keluar modal,” kata dia.
Baca Juga
Pengamat kurs dan komoditas Ibrahim Assuaibi menyebut depresiasi kurs yang terus terjadi membuat proyeksi OECD mengenai inflasi Indonesia naik tipis pada 1,9% pada 2025 menjadi 2,7% pada 2026.
Untuk itu, Ibrahim memprediksi rupiah akan bergerak fluktuatif dengan ditutup melemah di rentang Rp 16.680 hingga Rp 16.730 per US$.

