Rupiah Terkerek Tipis di Perdagangan Rabu Pagi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah bergerak menguat tipis sebesar 10 poin atau terapresiasi 0,06% di posisi Rp 16.677 per US$, berdasarkan data Bloomberg pada Rabu (24/9/2025) pukul 09.49 WIB.
Mata Uang Garuda menjadi salah satu mata uang yang menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Selain rupiah, mata uang negara di Asia yang menguat yaitu dolar Hongkong yang menguat sebesar 0,02%.
Beberapa mata uang negara di Asia masih mengalami pelemahan. Yen Jepang mengalami pelemahan sebesar -0,09%, yuan China terdepresiasi terhadap dolar AS di posisi -0,04%, won Korea Selatan juga masih terdepresiasi di posisi -0,04%, dan baht Thailand juga terkoreksi -0,28%.
Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi memproyeksikan perdagangan rupiah akan berada di posisi melemah.
“Pada perdagangan hari ini rupiah diperdagangkan melemah sebesar Rp 16.670 - 16.720 per US$” kata Ibrahim, dalam keterangannya dikutip Rabu (24/9/2025).
Pada perdagangan kemarin, data Kantor Kepala Ekonom Bank Mandiri menunjukkan imbal hasil SBN 10 tahun turun 1,3 basis poin (bps) ke 6,34%. Sementara itu, imbal hasil SBN berdenominasi dolar AS, meningkat 0,9 bps ke 4,89%.
Kepemilikan SBN oleh asing hingga 19 September 2025 tercatat sebesar Rp 918,3 triliun atau 14,34% dari total surat utang. Angka ini tercatat net outflow sebesar Rp 35,5 triliun month to date (mtd). Sementara, secara year to date (ytd) masih tercatat net inflow sebesar Rp 41,7 triliun.

