Ditutup Melemah, JISDOR Catat Rupiah Rp 16.636 per US$
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) mencatat rupiah sebesar Rp 16.636 per US$ pada Selasa sore (23/9/2025). Rupiah melemah -29 poin atau terdepresiasi -0,17%.
Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menjelaskan pelemahan rupiah pada sore ini terjadi karena sentimen pasar terhadap Mata Uang Garuda. Menurutnya, revisi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 yang dilakukan IMF dari 4,7% menjadi 4,8% tidak bisa mengangkat sentimen positif.
“Indikasi tentang ekonomi di Indonesia pascapergantian menteri keuangan membuat satu penyesuaian dari pelaku pasar,” kata Ibrahim, dalam keterangan resminya, Selasa (23/9/2025).
Baca Juga
Menurutnya, antusiasme pasar berubah. Awalnya, pasar begitu antusias terhadap kebijakan yang dilakukan Sri Mulyani Indrawati kini sedang mengalami penurunan. Di sisi lain, kebijakan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa belum dapat diterima pasar.
Sementara itu, dari segi eksternal, optimisme pasar terhadap pemangkasan Fed Fund Rate masih begitu tinggi. Meski tenaga kerja di Amerika Serikat (AS) turun dan pengangguran bertambah, the Fed diprediksi akan kembali menurunkan FFR pada Oktober 2025 sebesar 25 basis poin (bps).
“Hingga akhir tahun kemungkinan penurunan total sebesar 50 bps ini pun belum bisa mengangkat sentimen positif bagi rupiah,” jelas dia.
Di Eropa, serangan Rusia ke Ukraina kembali pecah. Serangan ini mendapat kecaman dari AS dan NATO. Sementara itu, di Timur Tengah, serangan Israel terhadap Gaza terus terjadi. Serangan ini terjadi di tengah Sidang Umum PBB.
“Ini mendapat kecaman dari negara-negara semisal Semenanjung Arab seperti Mesir, Qatar, dan Arab Saudi,” jelas dia.

